Bentuk KAMI, Gagalnya Gatot Capres dan Kalah Merebut Partai

0
250
Gatot Nurmantyo Bersama Mantan Istri Prabowo, Titiek Soeharto

Jakarta, NAWACITAPOST- Setelah tak mengenakan seragam militer.  Tepatanya sebagai warga sipil. Gatot Nurmantyo punya keinginan besar sebagai Presiden atau Wakil Presiden. Segala cara ditempuhnya. Bertemu dengan Prabowo terlaksana. Namun, kandas dipilih Prabowo sebagai pendampingnya.

Baca Juga : Usai Deklarasi KAMI Gatot Menuai Citra Negatif

Tak habis akal. Pembentukan Kelompok Barisan Nusantara Raya (BNR) atas restunya juga. BNR ini adalah pintu masuk  sebagai Capres atau Cawapres. Lagi-lagi dirinya tak dilirik.

Kemudian Gatot menghilang cukup lama. Dia sadar, bahwa untuk menuju pencapaian itu perlu kendaraan politik. Kongres Partai Demokrat pun tercium juga aroma oleh jenderal yang dipensiunkan sebagai panglima sebelum waktunya oleh Jokowi. Deklarasi  mendekati Kongres partai ini  didekati dan hadir. Lagi-lagi terdepak dari pencalonan sebagai nakhoda partai ini.

Gerilya pun dilakukan lagi oleh orang ini. Mencari dan mengumpulkan para  pejabat,  komisaris, dan menteri yang pernah dipecat dan terlibat kasus. Mereka ini termasuk Gatot sepakat mendirikan KAMI.

18 Agustus orang-orang KAMI berkumpul di depan tugu proklamator.  Instinya merongrong pemerintah dengan berjualan isu komunis.

Jadi apa yang dibuat Gatot termasuk KAMI ini sebenarnya adalah ambisinya untuk mencapai Wapres atau Presiden.

Sepertinya tak laku dan tak berhasil. Yang terjadi malah umpatan, cacian dan hinaan kepada KAMI semakin gencar. Sampai-sampai Dubes Palestina yang dijebak di acara KAMI menyesal hadir di acara itu. Dipikirnya gerakan ini mendukung pemerintah Jokowi.

KAMI pun diklaim akan membentuk ke tingkat provinis. Di Bandung misalnya, deklarasi KAMI katanya di haling-halangi pemerintah. Alasanya, hotel tempat di selenggarakan =nya acara deklarasi menolaknya.

Isu komunis, ditolak dan dihalangi menjadi semacam taqkine untuk mendapat simpatai rakyat. Jusrtu yang tak terjadi simpati itu tak didapatkan.

Tepat julukan Gato bertemena dengan para pejabat yang dipecat. Akibatnya  musuh bertambah banyak. Bahkan belum berkuasa saja tindakannya sudah membuat gerah dan kesal serta geram berbagai Kalangan.

 

 

sempat

Lama tidak terlihat