Kamis, 4 Juni 2026

Kapitra  Ampera : KAMI Kelompok Sakit Hati yang Tidak Punya Kekuasaan

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:03 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Ketua Tim Advokasi Pembela Agama, Kapitra Ampera dalam talk show Indonesia Lawyers Club (ILC)  di TV One menegaskan bahwa deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)  sah-sah saja dibentuk serta menyampaikan pendapatnya.

Baca Juga : Gatot Nurmantyo dan Din Syamsudin Jualan Isu Komunis, Rakyat Tidak Tertarik


Namun gerakan Gatot Nurmantyo dan Din Syamsddin Cs dalam menggapai tujuannya harus seusai dengan konstitusi yang ada bersifat faktual . Dan menilai deklarasi ini berselimutkan gerakan moral namun aromnya kental pada gerakan politik yang mengganggu pemerintah di saat penanganan pandemi covid-19.

Kelompok ini  menganggap pesimistis kepada pemerintah, tapi tidak memberikan komparatif tentang kondisi-kondisi kemunduran dan sekaligus tolak ukur kemajuan.  Ada tuntutan sebagian orang yang melihat bahwa pemimpin formil ini tidak boleh ada cacat harus sempurna dia harus menguasai segala bidang. Mengutip pendapat Iwan Simatupang bahwa kesempurnaan manusia pada ketidak sempurnaan, tandas Kapitra yang saat acara talks show itu duduk bersebelahan dengan pengamat politik M Qodari.

Selain itu adanya Trust defisit  atau ketidak percayaan masyarakat kepada presiden atau pemimpin. Atau pemimpin juga tidak percaya kepada sebagian kelompok. Jika kedua kelompok ini berhadapan yang ada caci maki, carut marut dan menuju kehancuran.

Hak-hak kebangsaan atau hak-hak warga negara.  Kewajiban warga negara,Kita banyak berbicara tentang hak warga negara tapi kewajiban warga negara tidak dibicarakan.

Harusnya partisipasipasi dijamin oleh UU namun harus jelas  partisipasinya menuju kemana. Kelompok-kelompok civil sociaty diberi ruang oleh konstitusi, tetapi dijamin konstitusi. Membangun pikiran yang konstruktif  indonesia maju atau berpikir yang sebaliknya dan orang-orang kelompok itu tidak boleh terdiri dari orang-orang yang sakit hati atau merasa disakiti atau orang-orang yang merasa hilang kekuasaan dalam dirinya.

Atau orang-orang yang menganggap apa yang dibuat oleh pemerintah itu salah. Atau orang yang selama ini  kehilangan berpikir untuk Indonesia maju. Sehingga dibutuhkan legitimasi kelompok untuk mendeskriditkan pemerintah. atau orang-orang ini bisa jadi acuan untuk informasi yang dia bangun?

Dan kita juga perlu memakai metode  yang dipakai untuk mengkoreksi, Harus ada metode yang disepakati bersama yang keabsahannya dijamin, bukan metodologi yang dipakai adalah yang dipakainya rasa sakit hati yang menonjol.

Atau ada kekecewaan yang besar atau pernah kehilangan kekuasaan. Atau orang-orang yang berpikir bahwa kekuasan itu harus diambil kembali. Dan itu muncul dalam kejiwaan yang disbeut megalomia. Tidak ada pemerintah yang mamu kecuali KAMI, kecuali saya bukan bicara kita. Lalu dimana kita karena kita adalah satu kesatuan  harus kita. Tujuannya harus Indonesia maju dengan cara masing-masing dalam segala problematika  dan harus sesuai dengan konstitusi .

Politisi PDI Perjuangan menyatakan bahwa gerakan ini  sakit hati karena kehilangan kekuasaan atau bisa juga ingin mendapatkan kekuasaan. Sehingga pendapat dan sikapnya selalu berseberangan dengan pemerintah yang sah.

Ditambahkan juga bahwa kelompok ini bila ingin mengkritisi pemerintah harus menggunakan metode dan informasi yang akurat dan disepakati bersama. Sebab hal ini digunakan untuk mengi

Suami dari Yosandra Podang Handini  menambahkan, daripada teriak-teriak di jalan dan mempengaruhi rakyat yang saat ini lagi ditangani pemerintah secara baik. Ketika Kapitra menyampaikan pendapatnya itu. Sorot kamera TV menampilkan wajah Nurmantyo yang mengerutkan kening dan seakan gelisah mendengar paparan Kapitra.dentifikasi masalah.

Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab  ini menawarkan jalan. Kepada kelompok ini jika ingin berkuasa dan memperbaiki DPR yang dianggap buruk oleh merek, untuk berkompetensi dan ikut pemilu melalui pendirian partai politik (parpol)  atau parpol. Itu langkah lebih tepat.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB