PKS Merasakan Pahitnya Manuver Partai Gelora di Pilkada 2020

0
683
Partai Gelora dukung calon pilkada 2020 dari Partai Gerindra

Jakarta, NAWACITAPOST-  Kehadiran Partai Gelora yang digawangi mantan pendiri PKS Anies Matta Cs  mulai membuat gerah dan kekhawatiran dari kubu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dipimpin Shohibul Iman. Seperti manuver Gelora melalui Pilkada 2020 di Pilgub  Sumatera Barat (Sumbar).

Baca Juga : Partai Gelora Sah, Yasonna Serahkan SK Badan Hukum

Tak Tanggung yang datang di Pilgub tersebut adalah Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Partai Geloran mendukung  pasangan yang diusung Partai Gerindra Nasrul Abit-Indra Catri. Mantan Wakil Ketua DPR ini menyampaikan dukungan secara resmi dihadapan  peserta konsolidasi  Pilkada serentak 2020 Partai Gelora Indonesia se-Sumbar di Padang, Sabtu 22 Agustus 2020.

Politisi asal Nusa Tenggara Barat ini menambahkan Pilkada Sumbar jadi titik berangkat yang baik untuk menunjukkan bahwa kita bukan bisa memenangkan Pilkada Sumbar, melainkan juga bisa memenangkan hati Sumatera.

Fahri Hamzah dan Fadli Zon

Kemesraan Gelora dan Gerindra boleh terbangun dan terjadi karena adanya dua elit politik. Fahri dan Fadli Zon didalamnya. Mereka dua ini adalah pasangan duet maut pimpinan DPR  periode 2014 -2019 selalu berseberangan dengan Jokowi. Namun memasuki  periode kedua Jokowi (2019 – 2024)  keduanya semakin merapat dan membela istana walaupun dalam cara lain.

Kedatangan Gelora ke Istana Negara dan penganugerah bintang mahaputra kepada dua elit parpol ini menjadi pertanda dan sinyal kuatnya mereka mulai menggunakan daya nalar yang sehat. Tidak asal hantam kromo pun mulai diterapkan kedua elit politik ini untuk mengkritisi pemerintah.

Nampaknya, persaingan perebutan konstituen politik antara PKS dan Gelora bukan hanya di Pilkada 2020. Pileg 2024 dan Pilpres 2024 juga akan menjadi kental perbedaannya. Bisa-bisa jumlah pemilih dan kursi parlemen PKS akan berkurang dan Gelora menjadi Partai baru yang bisa mendapat kursi dengan mengambil basis massa dari pemilih yang beririsan dengan pemenang ke 7 dari 9 parpol yang lolos ke Parlemen Senayan.