Jokowi Disebut Tidak Mampu Memimpin Indonesia

0
500
Presiden Jokowi sedang periksa barisan tentara

Jakarta, NAWACITAPOST- Pada dasarnya masyarakat merasa puas terhadap kerja Presiden Jokowi dalam masa pendemi korona. Kepuasan itu mencapai 67 persen. Begitu penegasan hasil survei Saiful Muljani Reseearch & Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 12 -15 Agustus 2020. Penyampaian itu disampaikan pendiri SMRC Saiful Mujani melalui Chanel Youtube SMRC TV, Minggu (23/8/2020).

Baca Juga : Survei Indikator Politik Indonesia : 14,8 Persen Elite Percaya Jokowi Mampu Tangani Corona

Survei tersebut dilakukan kepada 2.202 responden yang terpilih secara random dengan margin of error 2,1 persen, yang dilakukan melalui wawancara telepon.

Survei lewat telepon yang tetap mempertimbangkan aspek metodologis secara seksama adalah cara yang paling mungkin dilakukan di tengah-tengah upaya warga melakukan social distancing.

Sampel survei dengan telepon ini hanya untuk responden yang memiliki telepon atau cellphone, sebesar 71 persen dari populasi nasional.

Pernyataan senada disampaikan Direktur Komunikasi Bidang Kajian Media Massa SMRC Ade Armando bahwa memang benar situasi pandemi mengakibatkan rakyat menjadi korban PHK jumlahnya mencapai 29 Juta jiwa.

Namun Jokowi tidak tinggal diam akan masalah ini. Bantuan sosial kepada warga terdampak covid pun dikucurkan dan dilaksanakan. Bahkan dari rencana 6 bulan diperpanjang menjadi satu tahun bantuan ini diberikan. Ternyata bantuan lainnya pun diberikan stimulus 2,4 juta rupiah kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta pemberian 600 ribu rupiah untuk upah pekerja dibawah gaji 5 juta rupiah selama 4 bulan.

Presiden Jokowi ditengah pengungsi untuk memastikan bantuan itu ada dan tepat pada sasaran.

Soal penanganan terdampak bencana pun selalu cepat dan tepat dilakukan alumni Fakultas Kehutanan UGM ini. Dan betul-betul sangat dirasakan warga. Turun langsung menemui pengungsi sudah menjadi ciri khasnya. Bukan untuk pencitraan atau pamer. Memastikan bantuan itu ada dan tepat pada sasaran, serta tidak ada yang kurang, bahkan bantuannya banyak yang lebih.

Namun tetap saja ada sebagian orang yang belum mengakui kerja ayah dari Gibran Rakabuming Raka dalam mengatasi pandemi ini berhasil. Sikap pesimisme dari Koalisi  Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) salah satunya.

Bagi koalisi ini apa yang dilakukan mertua dari Selvi Ananda dimata mereka selalu negatif. Ibaratnya kakek dari Jan Ethes, Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah, dan Panembahan Al Nahyan Nasution melaksanakan hal positif pun, KAMI menganggapnya selalu negatif. Apalagi jika mantan Gubernur Jakarta ini berlaku negatif.

Maka tuduhan negatifnya bertambah besar. Yang ada dalam benak dan batin mereka selalu membenci Jokowi karena mertua dari Bobby Nasution ini katanya tidak mampu menjadi orang nomor satu Indonesia.