Putera Amien Rais Terdepak, DPP PAN Tak Mendukung

0
476

Jakarta, NAWACITAPOST-Politik itu memilih dan dipilih. Apalagi di era Pilkada 2020 hal tersebut sangat penting. Dan tak selamanya pendiri partai bisa mengklaim bahwa dialah yang paling punya wewenang dan berhak.

Baca Juga : Dipecat PAN, Amien Rais Gelandangan Politik

Hal tersebut dialami oleh anak Amien Rais bernama Mumtaz Rais yang terdepak dari Pilkada Sleman. Pasalnya Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Komandannya Zulkifli Hasan biasa disapa Zulhas sudah mengusung pasangan calon Bupati Kustini Sri Purnomo (KSP) dan Danang Maharsa (DM)

Pernyataan dukungan penguatan kepada pasangan KSP dan DM disampaikan Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan bahwa pihaknya baru menerima Surat Keputusan DPP PAN terkait persetujuan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung pada Pilkada Sleman.

Mumtaz Rais, dan Amien Rais

Walaupun penyampaian dari Sekretaris DPD PAN terkait Pilkada Sleman tanpa kehadiran Ketua DPD PAN. Namun hal itu sah dan legal, karena surat keputusan dikeluarkan dari DPP PAN.

Sudah menjadi kewajiban bagi kader PAN lanjut Arif  bahwa keluarnya SK ini menjadi bahan kami untuk melakukan konsolidasi. Pasti langkah-langkah selanjutnya dan seluruh elemen di partai harus bersatu pada dalam satu barisan untuk memenangkan pasangan calon tersebut.

Apalagi KSP masih tercatat sebagai kader PAN. Seharusnya, ketika kader PAN diterima partai lain yaitu PDI Perjuangan. Hal ini menjadi kelebihan kader kami. Sebab ini menjadi catatan penting bagi kami. Bahkan semakin menguatkan kami juga.

Tak bisa dipungkiri pasca kongres PAN di Kendari jagoannya Amien Rais,  Mulfachri Harahap Kalah. Kabar beredar  posisi Amien Rais tak diberikan tempat terhormat dalam kepengurusan PAN  yang dinakhodai mantan Menteri Kehutanan. Termasuk orang-orangnya Amien Rais tak mendapat posisi di kepengurusan PAN.

Kekesalan dari besan Zulhas ini semakin menjadi-jadi ketika Wakil Ketua MPR merapatkan barisan ke Pemerintah.

Sebenarnya ayah dari Hanum Salsabiela Rais selalu disebut secara terhormat dan kepatutan oleh kader maupun pengurus PAN yang dikomandoi ayah dari Zita Aanjani kepada awak media. Hal tersebut bisa terbukti ketika Amien Rais mengatakan diusir dan didepak sebagai pendiri PAN.

Tak satupun kata-kata yang keluar dari DPP PAN selalu mengaminkan perkataan Amien Rais. Bahkan Ketua MPR pertama era reformasi ini selalu mendapat pujian positif.

Sepertinya itu yang harus disampaikan DPP PAN kepada media. Dengan maksud supaya tidak timbul gejolak lebih besar. Namun taring dan tajinya yang berkantor pusat di Jalan Senopati Jakarta ini keluar ketika masuk dalam wilayah kepartaian apalagi menyangkut Pilkada lebih-lebih Pilpres.

Beginilah yang dialami Amien Rias  pernah menjadi Pendiri Partai PAN, tokoh reformasi, Ketua MPR pertama di era Reformasi, Ketua Pengurus Pusat Muhamadiyah era Orde Baru, termasuk menentukan calon di Pilkada pun terusir dari singgasana internal kepartaian, mencoba mendirikan partai baru. Itulah hal-hal pahit akibat ulahnya sendiri yang dialami di masa tuanya.