Rabu, 3 Juni 2026

Cerdasnya Jokowi Pilih Wapres Maruf Amin, Khilafah Mulai Rontok

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 7 Agustus 2020 | 16:20 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Pemilihan pendamping Jokowi di Pilpres 2019 sempat alot karena dalam detik-detik terakhir santer terdengar dan disebut mantan Mahkamah Konstitusi Mafud MD.

Baca Juga : Putri Wapres Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah Ikuti Seleksi Terbuka DPP PSI


Namun bukan itu saja ada nama 2 M lainnya  yaitu Ma’ruf Amin dan Moeldoko. Penyempitan nama tersebut didasarkan pada kriteria yang ditetapkan untuk pemilihan calon wakil presiden mendampingi Jokowi tidak boleh berasal dari partai politik. Hal ini bertujuan untuk tidak menimbulkan kecemburuan dari partai-partai politik dalam koalisi Jokowi.

Penyebutan nama resmi yang diucapkan dari kakek Jan Ethes disampaikan pada Kamis 9 Agustus 2018 di restoran Plataran Menteng Jakarta sebagai Cawapres ke 13 jatuh pada pilihan kepada ayah dari Siti Nur Azizah.

Jokowi sangat cerdas dan paham bahwa  memilih lalu menyebut nama Ketua Umum MUI Maruf Amin sebagai Cawapres 2019 -2024  kal itu,  untuk mengantisipasi dan mengekang radikalisme, ekstremisme, intoleransi, sektarianisme, dan rasisme di Indonesia yang merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim.



Terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi rupanya masih membuat banyak orang penasaran. Apalagi, ulama besar berusia 75 tahun ini bukanlah tokoh yang difavoritkan untuk mendampingi presiden di Pilpres 2019. Namun rupanya, Jokowi memutuskan untuk mengekang isu agama yang santer berkembang di Indonesia saat ini.

Penggantian nama Mahfud MD menjadi Mar’uf Amin sebagai cawapres Jokowi bukanlah kejutan besar, karena Ma’ruf Amin selalu ada dalam daftar kandidat calon wakil presiden Jokowi sejak awal.

Pasangan Jokowi bersama Maruf Amin akhirnya berhasil mengalahkan pasangan Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Namun kemenangan pasangan 01 itu sempat diwarnai unjuk rasa  yang berujung pada gangguan terhadap negara.

Terjadinya pada Juni 2020 demonstrasi destruktif di depan parlemen Senayan berlangsung sangat beringas sampai terjadi pembakaran bendera PDI Perjuangan. Belum puas sampai disitu gangguan terjadi lagi namun bukan demo melainkan pernyataan para mantan pejabat publik yang pernah dipecat negara dengan menyebut Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia.

Demo dan teriakan itu hanya terdengar dihalaman mereka saja tak sampai terdengar oleh tetangga mereka bahkan istana negara. Maksud dan tujuan mereka sebenarnya mungkin supaya Jokowi bisa digantikan oleh  pasangan suami dari  Hj Wury Estu Handayani.

Sepertinya demo dan gerakan mereka ini sudah mulai kehilangan daya tarik lagi. Bahkan sudah mulai goyah dan rontok.

Din Syamsuddin lupa bahwa wakil ulama saat ini sudah ada sebagai  wakil presiden? Atau mungkin mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini ingin mengulang memori  kembali tentang pilihan Cawapres harusnya jatuh ke tangan dia?

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB