Catut Nama Tommy Soeharto, Front Nasional Berkarya Tinggal Buat Surat Pengunduran Diri

0
202
Ketua Umum Partai Berkarya Mayor Jenderal TNI (Purn) Muchdi PR dan Ketua Tommy Soeharto

Jakarta, NAWACITAPOST- Mengaku sebagai Ketua Umum Front Nasional Berkarya  Tri Joko Susilo, SH  sebagai Koordinator Ormas dan Organisasi Sayap Berkarya meminta Tommy Soeharto untuk mengadukan Muchdi PR ke Mabes Polri karena menggunakan nama anak bungsu dari rezim orde baru selama 32 tahun  sebagai Ketua Dewan Pembina.

Baca Juga : SK MenkumHAM Diterima Muchdi PR, Seluruh Parlemen Daerah Partai Berkarya Harus Loyal

Pendiri LBH Proklamasi beralasan Tommy untuk mengadukan mantan Danjen Kopasus ke Mabes Polri atau Polda Metro Jaya dengan laporan tindakan pidana melawan hukum, tindakan perbuatan tidak menyenangkan, pencemaran nama baik, dan pencemaran nama baik, serta perbuatan pencatutan nama  yang merugikan nama orang lain.

Dan mendesak Mahkamah Partai mengkaji aturan hukum untuk mencari pasal-pasal pidana lain terkait yang bisa digunakan  untuk menjerat mereka secepatnya

Bahkan Sekjen Front Nasional Berkarya Syeh Mujahidin Djenar dengan nada keras mengultimatum kepada nama-nama yang sudah masuk dalam kepengurusan Partai Berkarya versi Muchdi PR diam saja maka mereka dianggap setuju dengan mantan Danjen Kopasus tersebut.

Memang dalam kepengurusan Berkarya Muchdi PR dan Badaruddin  Andi Picunang  dengan SK yang dikeluarkan KemenkumHAM Nomor M.HH-17.AH.11.01 TAHUN 2020 pada Kamis 30 juli 2020 selain ada mantan suami dari Tata  Cahyani didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina  ada sebagain nama lain dalam jabatan lain dikepengurusan tersebut.

Hanya Tri dan Syeh  saja yang bersuara lantang dan keras supaya Tommy mengadukan masalah ini ke pihak kepolisian. Atau jangan-jangan  nama kedua orang tersebut tidak ada dalam kepengurusan Muchdi PR.

Sebenarnya gampang saja dan jika memang cerdas mereka dua itu,  tinggal meminta kepada mereka yang masuk dalam kepengurusan Partai Berkarya versi Muchdi PR dan badaruddin  untuk menggunakan ruang pengunduran diri.

Lalu, jika ada yang keberatan namanya dimasukan dalam kepengurusan ormas tertentu tidak harus marah-marah atau melapor ke pihak kepolisian tinggal buat surat pengunduran diri saja gitu saja tak usah teriak-teriak dan mengadu ke pihak Kepolisain, repot banget sih