Gibran (kacamata) dan Jokowi

 

Gibran (kacamata) dan Jokowi

Jakarta, NAWACITAPOST-Penetapan anak pertama Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon orang nomor satu di kota Solo sudah selesai diumumkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kantor Banteng Moncong Putih Jakarta pada 17 Juli 2020.
Secara kepartaian yang mengusung sudah tidak ada masalah. Artinya zero problema.
Namun namanya politik selalu ada celah yang dibuka. Lawan politik bisa dari partai non pengusung maupun pengamat politik. Seperti  yang disampaikan pengamat politik dari Universitas Moestopo Beragama Jakarta Prof. Dr. Efendy Gazali yang tak mau Gibran bertarung di Pilkada karena ada gen dinasti politik. Mulailah dibuka jejak digital  2019 dan atau away 2020 pernyataan Gibran Rakabuming Raka anak pertama Jokowi tak mau ikut dalam Politik termasuk Pilkada, terangnya yang disampaikan disebuah stasiun TV Swasta.
Nampaknya Efendi menyorot dinasti politik.
Pendapat Efendi dibantah politisi Nasdem Saan Mustopo yang menegaskan sejak 2005 praktek seperti ini sudah ada, jumlahnya 4.
Seharusnya Efendi paham bahwa politik itu harus dilihat dari tidak mau menjadi mau selama itu tidak melanggar etika dan kepatutan.
Bahkan Gibran sang calon walikota Solo mengatakan  bahwa dirinya masih calon artinya belum jadi. Kalau ada yang tidak mau aku jadi walikota gampang kok jangan coblos atau pilih Gibran, ujar ayah Jan Ethes ini menjelaskan.
Harapannya ikut Pilkada supaya bisa menjangkau warga Solo selama ini dirinya hanya bisa menjangkau karyawannya saja, tuturnya.
Bahkan Jokowi dan Iriana sebagai ayah dan ibunya Gibran tak menjadi jurkam apalagi kedua orang tuanya tak terdaftar sebagai pemilih.
Tugas Jokowi hanya memberi restu saja tak lebih dari itu. Kabarnya Jokowi akan membatasi kunjungannya ke Solo. Nampak bisa terbaca setelah terpaan dari kelompok radikal tak laku menggunakan isu PKI ke Jokowi, kelompok baru melalui sebagian pengamat meniupkan dinasti politik ke kakak Kaesang

Baca juga :  Menarik! Baguna Surabaya gelar Sunat Massal Door to Door