Djoko Tjandra Dapatkan E-KTP, Anies Nonaktikfkan Anak Buahnya

0
549
Djoko Tjandra Buronan Pemerintah Indonesia

Jakarta, NAWACITAPOST – Buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra yang dicari pemerintah Indonesia. Seharusnya tak begitu leluasa masuk keluar Indonesia dengan mudahnya.

Baca Juga : Jakarta Dibohongi Anies, Reklamasi Disetujui

Heboh dan viral  di media sosial ketika dia dengan mudahnya membuat e-KTP hanya butuh waktu 15 menit di Kelurahan Grogol Selatan. Keberhasilan buronan ini mendapatkan e-KTP adalah salah satunya buronan ini bepergian ke Jakarta dan Pontianak. Akibat dari itu, Lurah bernama Asep Subhan dinonaktifkan dari jabatannya.

Hasil investigasi sedang dilakukan inspektorat Jakarta untuk menentukan hukuman apa yang pantas diberikan kepada lurah tersebut, ujar Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam keterangannya kepada  media seperti dikutip Kompas  (12/7/2020).

Apakah Anies mengorbankan lurah yang menjadi bawahannya atau Anies akan bertanggung jawab dengan jabatannya?  Kabar  beredar, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaann  nyatanya lebih mudah  untuk menonaktifkan anak buahnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun sampai angkat bicara, soal pembuatan e-KTP Djoko Tjandra  yang dilakukan kantor lurah tersebut bukan dibawah naungan  Kemendagri. Melainkan berada dibawah kendali Gubernur Jakarta.

Mantan Kepala Polri ini menjelaskan bahwa Kemendagri  hanya memfasilitasi Kepala Dinas Dukcapil. Hal tersebut diucapkan Tito ketika memberikan arahan kepada Kalimantan Barat yang disiarkan melalui chanel Youtube Kemendagri.

Lain halnya kalau saya masih Kapolri jalur komandonya jelas yaitu satu. Terkait dengan pembuatan e-KTP, Tito menambahkan bahwa seharusnya pembuatan hanya butuh waktu 3- 5 menit, tidak 15 menit Itu terlalu lama.

Kepada para petugas belum tentu petugas mengenal dan mengetahui siapa Djoko Tjandra. Pasalnya tidak semua petugas membaca dan mengikuti pemberitaan.

Yang jelas petugas pelayanan data kependudukan memiliki pemikiran semangat untuk melayani. Semakin cepat penanganannya, maka akan semakin baik pula. Jadi kalau memang bisa dipermudah mengapa dipersulit. Spirit ini yang mereka bawa, tegas Tito saat masih pangkat Kombes Polisi berhasil menangkap buronan Tommy Soeharto dipersembunyiannya Bintaro Jakarta  pada Nopember 2001.

Jika melihat sepak terjang Tito saat di Kepolisian yang berhasil menangani dan menangkap buronan-buronan kelas kakap. Maka, mantan Kapolda Metro Jaya  pasti dengan mudah bisa menelusuri dan menangani buronan ini.

Intelejen kepolisiannya selalu melekat, mungkin hanya butuh waktu yang tidak terlalu lama Djoko Tjandra melalui informasi dan kerjasamanya dengan kepolisian bisa teratasi, kita tunggu saja.