Dualisme di Golkar, PPP, Hanura Berhasil Diselesaikan Yasonna, Berkarya Menanti

0
364
Foto : Muchdi PR dan Tommy Soeharto sedang duduk

Jakarta, NAWACITPOST- Salah satu persoalan paling pelik dalam partai politik adalah adanya dua kubu yang saling klaim paling sah.

Seperti yang dialami Partai Berkarya. Kubu Tommy Soeharto menganggap dialah Ketua Umumnya, sedangkan kubu Muchdi PR melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Hotel Grand Kemang Sabtu (11/7/2020) terpilih sebagai Ketua Umum yang baru.

Badaruddin dari kubu Muchdi PR seperti diberitakan kompas, menjelaskan pelaksanaan Munaslub sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dengan dibentuknya Presidium Penyelamat Partai berdasarkan hasil rapat Majelis Tinggi Partai bulan Pebruari 2020, satu bulan kemudian diterbitkan SK-nya. Sehingga Munaslub termasuk hasilnya adalah legal dan resmi.

Badaruddin menambahkan, Munaslub juga mengundang Tommy. Namun sangat disayangkan Tommy datang dengan rombongan dan membuat kekacauan. Walaupun sempat ada gangguan,  Munaslub dapat diselesaikan dan menetapkan Muchdi Purwoprandjono sebagai Ketua Umum Partai Berkarya dan dirinya sebagai Sekjen Partai Berkarya. Hasil Munaslub juga mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin Sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019 – 2024.

Badaruddin mengatakan, struktur kepengurusan DPP Partai Berkarya sudah dikirimkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Ia juga mengatakan, Tommy Soeharto mendapatkan posisi sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya.

Memang salah satu syarat menjadi Parpol melalui pendaftaran ke MenkumHAM.  Hal tesebut diatur dalam UU Nomor 2 tahun 2011 pasal 3, bahwa untuk memperoleh badan hukum partai politik harus didaftarkan ke Kementrian Hukum dan HAM.

Perlu diketahui di era Yasonna Laoly sebagai MenkumHAM sudah ada 3 partai dengan dualisme kepengurusan berhasil diselesaikan. Masih ingat Partai Golkar dengan 2 ketua umumnya, Aburizal Bakrie Vs Agung Laksono. Ditetapkan melalui SK  MenkumHAM, Ketua Umum Abu Rizal, dan Wakil Ketua Umumnya Agung Laksono.

Selanjutnya Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuzy (Romi) Vs Djan Faridz. Berdasarkan SK MenkumHAM Ketua Umumnya Romi. Terkahir Partai Hanura, Osman Sapta Odang (OSO) Vs Marsdya (Purn) Daryatmo Ditetapkan dengan SK MenkumHAM  OSO sebagai ketua  umum.

Dan, nampaknya mungkin tidak sulit bagi Yasonna untuk menyelesaikan dan menetapkan  SK MenkumHAM untuk Partai Berkarya.  Pasalnya Partai ini mengakomodir pertikaian dua kubu dengan menjadikan Tommy Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina. Jika ini berhasil, berarti 4 partai bisa diselesaikan oleh tangan dingin Yasonna.