Jumat, 5 Juni 2026

Jokowi Minta Percepatan Pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan Harus Betul-betul dikalkulasi Kelayakan Finansialnya

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Selasa, 7 Juli 2020 | 12:33 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan.

Presiden Jokowi menuturkan, percepatan pembangunan dua ruas tol ini ditujukan untuk memberikan daya ungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional. Ia berharap kehadiran jalan bebas hambatan itu dapat mempersingkat waktu tempuh sehingga berdampak pada efisiensi.

“Ini dalam rangka memberikan daya ungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional kita dan kita tahu tol Trans Sumatera ini sepanjang kurang lebih 2.765 KM kita harapkan dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di pulau sumatera sehingga di sana akan ada efisiensi, waktu tempuh dan bisa meningkatkan multiplier effect 2-3kali lipat terhadap PDB,” ucap Jokowi.

Baca Juga : Yasonna Laoly Dukung Penuh Indonesia terhadap Serbia dalam Konflik dengan Kosovo


Jokowi mengatakan, kebutuhan investasi untuk tol Trans Sumatera sebesar Rp476 triliun. Dari total investasi itu masih ada kebutuhan tambahan pendanaan sebesar Rp386 triliun untuk merampungkan ruas backbone sampai 2024.

“Saya minta ini betul-betul dikalkulasi kelayakan finansialnya juga mungkin opsi-opsi untuk tambahan ekuitas dalam melanjutkan proyek ini. Saya minta ada terobosan sumber-sumber pembiayaan alternatif untuk mengurangi beban ekuitas dari PMN dan juga tidak tergantung dari APBN. Ini yang saya kira perlu digarisbawahi,” tuturnya.

Sedangkan terkait pembangunan Tol Cisumdawu, Jokowi melihat di lapangan masih ada hambatan, yakni urusan pembebasan lahan. Kemudian masalah pengembalian dana talangan tanah juga menjadi soal lantaran rumitnya proses administrasi.

“Coba nanti saya ingin dengar masalah ini dan ini agar segera diselesaikan terutama kementerian ATR/BPN,” ungkap dia.

Baca Juga : Lowongan CPNS Pada Tahun 2020 dan 2021 ditiadakan


Lebih lanjut, Jokowi juga menyebut pembangunan tol Cisumdawu masih terhambat peraturan teknis pelaksana yang berada di Kementerian ATR/BPN maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Oleh karena itu, ia ingin sekelumit persoalan ini dapat diselesaikan.

“Ini saya minta segera diselesaikan, dirampungkan semuanya. Kita butuh percepatan karena ini akan menyangkut juga bandara Kertajati,” sambung Jokowi.

Presiden melihat, saat ini banyak kendala aturan teknis dan prosedur administrasi yang terus berulang-ulang dialami serta tidak ada penyelesaian secara permanen.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini