Jakarta Dibohongi Anies, Reklamasi Disetujui

0
456
Janji Anies Tak Bisa Ditepati

Jakarta, NAWACITAPOST-Ungkapan terkenal Presiden Amerika Serikat ke 16 Abraham Lincoln yang menjabat sejak 4 Maret 1861 – 15 April 1865), jika  ingin menguji karakter seseorang beri dia kekuasaan, dan itu yang selalu didengungkan dan dilakukan Ahok saat Kampanye Calon Bupati Belitung Timur,  banyak warga miskin terbantu, lalu sebagai Wakil Gubernur Jakarta pun demikian, seandainya  terpilih sebagai Gubernur Jakarta, Ahok pasti melakukan hal yang sama.

Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta Tidak Melanjutkan Proyek Reklamasi 13 Pulau

Namun, beda dengan Anies,  saat kampanye janjinya  menolak reklamasi,  2 tahun menjelang jabatannya berakhir malah memberi izin reklamasi  untuk perluasan Ancol dan sekitarnya.  Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono  mempertanyakan janji kampanye Anies berubah setelah menjabat sebagai orang nomor satu Jakarta. Mungkin tepat julukan disematkan kepada mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang direshuffle di periode pertama Jokowi.

Namun, Anies adalah pribadi yang pandai berkelit, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah, tentang izin reklamasi perluasan kawasan Ancol pun disampaikan kepada warga yang menolak. Alasan reklamasi itu dilanjutkan karena kata Anies,  ada kaitannya dengan Perpres nomor 60 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur, bahkan nantinya akan dibangun Museum Sejarah Nabi di Kawasan itu. Lalu, apakah dengan Perpres dan membangun bangunan museum itu cara Anies membungkam penentangnya luluh dan diam tak melawan? Ternyata, itu tidak berbanding lurus seperti yang diharapkan Capres yang gagal di konvensi Demokrat tahun 2004.

Pemberitaan tentang Anies  yang diberitakan Media, bukannya mendapat simpati dari warga, justru penolakan yang didapat, selain terkait reklamasi juga merembet ke hal-hal lainnya, seperti penerimaan siswa/i yang lulus ke jenjang SMP Negeri dan SMA/SMK  Negeri.  Ini hanya dugaan saja,  Berbagai kasus yang menimpanya, ditambah dengan plin-plannya membuat langkahnya sulit  sebagai kandidat calon presiden (Capres), apalagi sebagai Capres.