Pemulangan 2 Anak Korban Ekploitasi Ekonomi, Menteri PPPA Apresiasi Kinerja UPTD P2TP2A Provinsi Sumut

0
282
2 Anak Korban Ekploitasi Ekonomi, Menteri PPPA Apresiasi Kinerja UPTD P2TP2A Provinsi Sumut

Kupang, NAWACITAPOST- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengapresiasi atas kerja keras dari Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A) Provinsi Sumatera Utara bersama dengan tim gabungan Unit PPA Polrestabes Medan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berhasil memulangkan anak korban dugaan eksploitasi ekonomi asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas nama YNN (17 thn) dan YDN (17 thn).

Bintang Puspayoga memberikan apresiasi kepada mereka khsusunya yang mengantar kedua anak tersebut pulang ke NTT dengan selamat.

“Semoga ini dapat menjadi contoh dan memotivasi daerah lainnya untuk berlomba-lomba melindungi anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi,”harap Bintang.

Menteri Bintang mengatakan, upaya perlindungan anak dari eksploitasi ekonomi harus terus dilakukan.

Baca Juga : Sindir Jokowi, PDI Perjuangan : Amien Rais Sudah dibuang Dari Jajaran kepengurusan PAN

“Saya titip kepada Dinas PPPA NTT untuk melakukan pemantauan terhadap kasus ini hingga selesai,”tegasnya.

Ia meminta agar tidak terulang lagi kasus serupa “Perlu ada pendalaman dan penyelidikan kasus dan harus bekerjasama dengan pihak terkait untuk memutus mata rantai eksploitasi ekonomi di NTT,” tegas Bintang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Sylvia R Peku Djawang menuturkan awal mula terungkapnya kasus ini dari pelaporan berita kehilangan anak dari orangtua YNN ke P2TP2A Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas PPPA Provinsi NTT.

“Sebulan kemudian setelah berita kehilangan, YNN menghubungi orangtuanya dan mengabarkan bahwa ia berada di Medan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga,” kata Sylvia.

Baca Juga : Stuban Bansos, Komisi II DPRD Kampar Kunker ke Dinas Sosial Kabupaten Siak

Sylvia lanjut menjelaskan,”Kami Dinas PPPA Provinsi NTT langsung berkoordinasi dan meminta bantuan Dinas PPPA Provinsi Sumatera Utara. Setelah menjalani proses yang panjang akhirnya UPTD P2TP2A Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan tim gabungan Unit PPA Polrestabes Medan berhasil memulangkan 2 anak korban dugaan eksploitasi tenaga kerja anak,“ tutur Sylvia.

Ia mengatakan, bahwa Kedua anak tersebut kembali dalam keadaan yang baik dan sehat, akan tetapi yang menjadi fokus utama pihaknya adalah kondisi dimana usia anak tersebut masih dibawah umur dan jaringan pencari kerja yang ilegal dan bisa mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kedua anak ini setibnya di Kupang, kami langsung melaksanakan serah terima dari P2TP2A Provinsi Sumatera Utara kepada kami, kemudian dari kami kepada keluarga mereka masing-masing yang difasilitasi oleh Dinas PPPA Kab. TTS. Kami juga melakukan serangkaian pemeriksaan dan pendalaman kasus yang dibantu oleh pihak berwajib dan melakukan konseling atau bimbingan oleh psikolog kami. Kami berharap dengan bantuan dari pihak kepolisian yang sedang menyelidiki kasus ini dapat terungkap pihak yang mengirim anak-anak ini untuk dipekerjakan sehingga kedepannya tidak terjadi lagi kasus serupa,” tutup Sylvia.