Kamis, 4 Juni 2026

Menteri Dari Gerindra Layak Di Reshuffle, Fadli Zon Bilang Terserah

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 2 Juli 2020 | 16:55 WIB
Jakarta,NAWACITAPOST-Salah satu kemarahan Presiden dalam video Youtube yang diupload pihak Istana adalah soal para Menteri yang diduga bisa direshuffle atau diganti. Nama-nama itu ada yang dipilih sendiri Jokowi dengan konsultasi dari parta koalisi, kemudian diusulkan dari koalisi partai pengusung (PDI Perjuangaa, Golkar, Nasdem, PKB, dan  PPP), serta koalisi  partai lawan  yang tidka mengusung Jokowi sebagai Capres, sebut saja hanya Gerindra yang diterima, Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, dan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga : Tidak Terpilih Jadi Wagub DKI, PKS Sakit Hati Dengan Gerindra


Jika hitungannya dukungan DPR, maka kekuatan koalisi partai pengusung sudah menjamin Jokowi aman dan tak terganggu dalam mengambil kebijakan-kebijkan strategis yang perlu persetujuan parleman. Dari kalkutar politik ini memungkinkan Gerindra yang tidak berkeringat malahan pesaing kakek dari Jan Ethes di Pilpres 2019 ini bisa saja  terdepak dari Istana, maka salah satu kantor Jalan Medan Merdeka Barat  dan Medan Merdeka Timur perlu ada  penghuni baru.

Adanya reshuffle itu juga berhembus kencang ke telinga elit kader Gerindra, seperti disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, bahwa pergantian Menteri adalah hak prerogratif Presiden Jokowi, bahkan  wakil Ketua DPR  ini menyatakan bahwa Jokowi tidak marah hanya bicara dengan suara keras dan tegas. Pendapat Dasco ternyata diaminkan Fadli Zon yang juga elit kader Gerindra dalam sebuah acara di TV swasta  ketika ditanya oleh pembawa acara,  menyatakan reshuffle kabinet adalah hak prerogratif Presiden, sambil duduk dan mengangkat kedua tangannya dengan pasrah.

Lalu pertanyaannya, apakah suami dari Iriana Jokowi ini berani melakukannya. Reshuffle bisa saja  dikatakan, namun ketika masuk dalam pembuktian berupa pencopotan,  perlu tahapan-tahapan yang dilalui. Berhadapan dengan partai pengusung tak bisa dielaknya. Jika ini dilakukan maka kebijakan strategis negara tak berjalan mulus, sebab  kebijakan itu harus ada persetujuan dari Senayan juga.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB