Ahok Peduli Warga Miskin, Anies Tidak

0
296
Ahok dan Anies

Jakarta, NAWACITAPOST-Biaya operasional  atau tunjangan Gubernur DKI Jakarta tanpa Wakil Gubernur bisa mencapai 4 Milyar perbulan lebih, jika didampingi Wakil Gubernur tunjangannya bisa mencapai 3 Milyar perbulan, hal disampaikan Basuki Tjahaja Purnama biasa disapa Ahok dalam acara siaran langsung Instragram @kickandyshow, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga : Ahok Jadi Kandidat Terkuat yang Akan memimpin Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara

Sementara, dana operasional sebanyak itu, tak pernah Ahok dapatkan semenjak jadi Komisaris Utama Pertamina (gajinya 170 juta rupiah/bulan), meski gaji bulanan yang ia terima berkali-kali lipat dibanding saat menjabat sebagai gubernur. Diakui secara jujur oleh Ahok, bahwa pengaruh paling enak saat jadi Gubernur. Sebab, bisa membantu warga DKI Jakarta, seperti warga yang ijazahnya ditahan pihak Sekolah, membeli obat, dan kebutuhan warga yang benar-benar perlu dibantu, maka dana operasional itu yang ia gunakan, tuturnya masih dalam acara @kickandyshow. Di era Ahok Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum disingkat PPSU biasa disebut pasukan oranye dan biru direkrut tiap kelurahan DKI Jakarta, gajinya Upah Minimum Regional (UMS) belum tunjangan, tugasnya membersihkan sampah, saluran air tersumbat dan jalan rusak, serta sungai-sungai yang kotor, dan lainnya.

Sedangkan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menurut penilaan sebagian warga tak merasakan adanya bantuan yang diberikan, seperti membantu warga yang tertahan ijazahnya di sekolah, yang terjadi siswa-siswi lulusan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) berprestasi untuk masuk ke SMP Negeri dan SMA Negeri terkendala dengan aturan umur, siswa yang umurnya tua walaupun tidak prestasi itu yang diutamakan. Belum lagi tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) DKI Jakarta yang dipotong 50 persen dengan alasan covid 19, akibatnya ada seorang ASN di kantor Walikota Jakarta Barat bunuh diri.