Poyuono Lebih Dulu Ketua Umum Dibanding Prabowo Subianto

0
2933
Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Federasi Serikat BUMN Bersatu, Arief Poyuono.

Jakarta, NAWACITAPOST-  Setelah pernyataanya tentang  isu Partai Komunis Indonesia  (PKI)  dikembangkan kelompok kadrun untuk menjatuhkan Jokowi. Pernyataan ini tak mengharapkan dia dapat jabatan dari Jokowi. Justru pernyatannya membuat geram sebagian elit politik Gerindra, Fadli Zon (FZ) dan Andre Rosiade (AR), FZ dan AR  sampai memaksa dilakukannya sidang Dewan Kehormatan Partai (DKP) terhadap Arief Poyuono (AP), bahkan belum dilakukan sidang,  seorang FZ meminta AP  untuk kembali ke Kandang Banteng Moncong Putih. Kali ini pernyataanya membuat  sebagian kecil elit politik  Gerindra panas dan meriang, bahwa  yang lebih dulu jadi ketua umum adalah dirinya, tandas Poyuono,  bukan Prabowo Subianto (PS)-,Ketua Umum Partai Gerindra. Sontak lontarannya membuat  panas kuping FZ dan AR,  namun ternyata ucapan itu dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu. Walaupun, pernyataannya hanya sekedar candaan belaka, namun  sudah kepalang  tanggung FZ dan AR marah. Intinya apa yang dilakukan AP pasti membuat kesal, jengkel dan marah  FZ dan AR.

Baca Juga : Waketum Gerindra Minta Lima Jatah Menteri kepada Presiden

Sebenarnya pembelaan AP terhadap Jokowi jika dilihat dari pasca pemilihan Presiden (Pilpres)  adalah wajar, apalagi PS rivalnya Jokowi di Pilpres 2019 sudah bergabung di Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan. Jadi, tak ada yang perlu dipermasalahkan terkait hal ini. AP juga mengutip kesaksian Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo berjuang demi kepentingan rakyat. Sengaja ia mengutip kesaksian itu agar benar-benar dibaca kembali dengan baik oleh pihak yang berseberangan dengan dirinya, agar tidak terjadi kesalah pahaman.