Bendera Dibakar, Kader Militan Menunggu Komando Mega

0
83
Ki- ka : Presiden Pertama RI, Soekarno dan Presiden Keenam RI, Megawati Soekarnoputri

Jakarta, NAWACITAPOST-Bendera Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang dibakar saat aksi demo PA 212 pada Rabu (24/6/2020) ternyata masih menyisakan luka dan perlawanan di setiap kader. Perlawanan  kader itu masih dalam koridor hukum. Itu sejalan dengan instruksi atau perintah sang Ketua Umum  PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri  biasa kerap disapa Mega yang mengedepankan  proses hukum  sebagai panglima  tertinggi patut diapresiasi.

Baca Juga : PDIP Satu Komando, Merah Kata Mega, Merah Juga Kata Kader

Senada dengan Mega, politisi senior PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo meminta seluruh kader Banteng moncong  putih akar rumput untuk mendatangi seluruh kader . “Pengurus Anak Ranting, Ranting, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia wajib menyampaikan dan mendatangi, menyampaikan permintaan kepada Polres dan Polda se-Indonesia untuk mengusut, menangkap dan memproses secara hukum pembakar Bendera Partai,” tutur Tjahjo kepada awak Media, Kamis (25/6).  Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu menegaskan “Bendera adalah Lambang Partai yang harus dijaga kehormatannya oleh anggota dan kader partai,”

Pernyataan seirama juga disampaikan Ketua DPC PDIP Kota Semarang yang juga Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan massa siap bergerak. Saat ini, kata dia, para kader banteng moncong putih merapatkan barisan dan siap bergerak, tapi pergerakan kami diseantero seluruh nusantara hanya  mengikuti satu komando dari perintah  Bu Mega. Itulah militan dan patuhnya kader  banteng moncong putih.