Kekuatan Banteng Menggetarkan Negeri,  Kilafah Mulai Meriang Panas Dingin

0
4752
Kader Banteng Bergerak

Jakarta, NAWACITAPOST-Rapat Koordinasi Barisan Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  DKI Jakarta,  5 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Fraksi PDI Perjuangan  DKI Jakarta, serta tim pengacara Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan, di bilangan Tebet Raya, Kamis (25/6/2020), yang ditanda tangani secara resmi oleh  Ketua DPD DKI Jakarta, Adi Widjaja, dan Sekretaris, Gembong Warsono, menghasilkan keputusan seluruh kader PDIP dikerahkan massanya untuk aksi pada Jumat (26/6/2020)  jumlahnya per cabang 45 orang  Aksi ini bergerak ke masing- masing Polres  dengan jam yang berbeda, DPC Jakarta Selatan jam  10.00, Jakarta Barat dan Utara jam 14.00, sedangkan DPD Jakarta jam 13.00 di Polda  Metro Jaya dengan tuntutan usut pelaku serta dalang pembakaran anarkis bendera PDI Perjuangan. Terkait masalah ini, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin kepada awak media membenarkan terjadi pembakaran bendera PDIP, namun dirinya berkilah tidak tahu dari orang atau organisasi mana yang melakukan, elaknya.

Pembakaran Bendera PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri Perintahkan Para Kader untuk Merapatkan Barisan

Masih dari hasil rapat ini juga,  DPD memerintahkan kepada DPC untuk meneruskan instruksi ini ke Pengurus Anak Cabang (PAC), dan Pengurus Ranting untuk memasang bendera PDIP di rumah masing-masing. Rapat dan Aksi yang berlangsung pada  Jumat (26/6/2020) nampak sejalan dengan instruksi resmi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Berikut Instruksi sang Ketua Umum partai Banteng Moncong Putih ;

Merdeka !!! Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah Partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.

PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memperjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi di kuyo-kuyo, di pecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor Partai pada tanggal 27 Juli 1996. Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum. PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi Partai untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa. Terus rapatkan barisan! Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat, karena rakyatlah cakrawati Partai. Sekali Merdeka Tetap Merdeka! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya.

Instruksi resmi dari Ketua Umum PDIP menempuh jalur hukum terkait pembakaran bendera PDIP direspon positif pengamat politik, Muhammad AS Hikam dalam postingan Facebooknya, Kamis (25/6/2020),  Inilah cara yang elegan demokratis dan rasional dengan emoji jempol ke atas, mantap.