Minggu, 31 Mei 2026

Prabowo Urus Ketahanan Pangan, Jokowi Berhasil Bungkam Para Lawan Politiknya

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 24 Juni 2020 | 15:53 WIB
Jakarta,  NAWACITA - Presiden Jokowi memberi tugas hanya kepada  Tiga  Menteri, yaitu  Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR, Basuki Hadimuljono; dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Ketiganya diberi perintah untuk menggarap food estate (suatu daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru), seperti diungkapkan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

Presiden Jokowi Ingin Karhutla memanfaatkan Instrumen Teknologi Dashboard


Menariknya pemilihan Prabowo dipandang Jokowi sangat tepat, selain sebagai prajurit  yang unggul, Mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan tani Indonesia ini paham dan mengerti seluk beluk soal pertanian, selain di rumah pribadinya kawasan Hambalang, Bogor yang luas dan ditumbuhi beraneka tanaman juga sangat  peduli kepada kehidupan petani. Selain itu, Menteri Pertahanan   (2019 -2024) ini selain mengurusi keamanan  negara di bidang militer, pertahanan di bidang pangan menjadi hal utama juga yang diurusi. Hal  lainnya yang  tak terbantahkan  adalah jika nanti   kemelut politik di DPR terjadi, maka sosok ketua umum partai Gerindra bisa menjadi solusi. Disinilah kelihaian dan kepiawaian politik Jokowi membungkam DPR dan para pihak yang tidak setuju menjadi setuju dengan keputusannya

Kembali ke soal food estate mengenai lokasinya, akhirnya diputuskan Bapak Presiden, tadinya ada 3 alternatif di Sumatera Selatan, Merauke, dan Kalimantan Tengah. Diputuskan dipilih di Kalteng di eks lahan gambut. Tapi ini yang tidak ada gambutnya, ini adalah aluvial," kata Basuki, Rabu (24/6/2020).  Basuki menjelaskan, proyek ini bakal dikerjakan di sekitar Sungai Barito di atas lahan seluas 165 ribu hektar. Di kawasan tersebut, Basuki menjelaskan, sebenarnya terdapat potensi pembukaan lahan seluas 295.500 hektar, namun pihaknya kini masih fokus di 165 hektar. Selama ini, lahan 165 hektar tersebut sudah pernah dibuka sebagai persawahan namun tak terawat dengan baik. Inilah yang akan dijadikan food estate."Jadi di bagian pinggir Sungai Barito sebanyak 165 ribu hektar. Di sana ada 165 ribu hektar eks kawasan gambut PLG yang berupa aluvial. Potensi wilayahnya 295.500 hektar, namun yang sudah dicetak sawah dan sudah ada jaringan irigasinya seluas 165 ribu hektar," bebernya."Dengan menggerakkan BUMN, Menhan juga termasuk untuk bisa ikut, karena menurut beliau, ini adalah program ketahanan non-militer,"  urai Basuki.(ronaldy)

 

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini