Siap-Siap, 4 Kapal Perang Indonesia Dikirim Ke Kawasan China Selatan!

1
8560
siap tempur hadapi china

Jakarta, NAWACITAPOST- Kemelut di laut China Selatan semakin memanas. Tiongkok yang sudah  menancapkan  kapal perang di kawasan itu sangat berani dan beringas, bahkan gencar  memasuki wilayah Indonesia. Hal itu bisa berpotensi memicu perang. Bukan tidak mungkin  negara tirai  bambu ini  ingin  memainkan peran lebih  sebagai negara adidaya. Seperti diketahui korban kegananasan Tiongkok dikawasan  perbatasan sudah memakan korban, terakhir (Juni 2020) India delapan tentaranya tewas dalam sengketa perbatasan dengan Tiongkok. Sampai-sampai pemerintah India melalui menteri dalam negerinya mengeluarkan maklumat untuk tidak membeli produk buatan negeri yang presdiennya Xi Jinping.

Baca Juga : Indonesia terlalu lama Memunggungi Laut

Hal itulah yang membuat kehadiran Tiongkok di kawasan  China selatan membuat Amerika Serikat gerah, terusik, dan merasa perlu untuk hadir sekaligus menjawab tantangan Tiongkok.  Maka,  tiga kapal induk dari Paman Sam ini ditempatkan  dikawasan laut yang mengandung potensi sumber daya alam yang  sangat  banyak ini.

Kehadiran Tiongkok, dan Amerika Serikat, mematik Indonesia untuk menjaga  wilayah itu. Pasalnya, selain wilayah itu merupakan bagian penting dari Indonesia, Indonesia juga punya hak penuh atas kawasan laut itu, dan itu sesuai dengan ketentuan PBB.

Melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI)  Angkatan Laut (AL), empat Kapal Perang  Republik Indonesia biasa disebut (KRI), yaitu  jenis Fregat  dan Kortvet pun disiagakan secara penuh,  meliputi KRI Bung Tomo-357, KRI Slamet Riyadi-352, KRI Bintang-907, dan KRI Wiratno-379 ditempatkan di perairan Natuna, kepulauan Riau  sebagai upaya antisipasi potensi meluasnya kemelut antara Amerika Serikat dengan China di Laut China Selatan. ujar Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Kadispenkoarmada) I TNI AL, Letkol Laut Fajar Tri Rohadi kepada awak media, Jumat (19/6/2020). Kapal perang RI  selain untuk siaga juga untuk menggelar patroli rutin.

Jadi, sebenarnya penempatan kapal perang  KRI itu dilakukan sebagai upaya untuk terus melindungi kedaulatan dan kepentingan Indonesia dari rongrongan dan manuver negara manapun  yang ingin menyerobot hak penuh kedaualatan wilayah kita,  ujar Fajar.

1 KOMENTAR

Comments are closed.