Kamis, 4 Juni 2026

Menteri Pendidikan era SBY : Sektor Pendidikan Perlu Dapat Perhatian Khusus

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Sabtu, 20 Juni 2020 | 10:48 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Menteri Pendidikan Nasional era Presiden SBY, Mohammad Nuh menilai bahwa sektor pendidikan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19.

Menurut Mohammad Nuh , diperlukan kebijakan-kebijakan khusus agar pendidikan dapat terus berjalan tanpa hambatan krisis akibat Corona saat ini. Dalam hal ini, dia menyoroti agar sekolah-sekolah dapat memberikan pembelajaran secara lebih aktif meskipun para siswa belajar dari rumah.

Baca Juga : Riana Sari Arinal : Lampung Peringkat Ke 2 Penanganan Covid 19 Setelah NAD


"Belajar dari rumah, ini betul. Tapi persoalan yang perlu kita cermati adalah sekolah ditutup, dan diganti dengan belajar dari rumah," kata Nuh dalam sebuah diskusi daring, Jumat (19/6).

Pemerintah pun, kata dia, harus memperhatikan learning poverty (kemiskinan dalam pembelajaran) agar tidak terus meningkat selama masa pandemi saat ini.

Menurut dia, bukan tidak mungkin apabila kebijakan yang dibuat tidak tepat sasaran dapat membuat siswa-siswa yang tetap diluluskan selama masa pandemi ini tidak mendapat pembelajaran yang berarti.

"Learning Poverty, kemiskinan dalam pembelajaran akan naik juga. Meskipun dia dicatat tetap tidak drop out, tapi dari sisi pembelajaran dia drop out karena gak lulus sebenarnya. Karena dia tidak mengalamOleh sebab itu, menurut dia pemerintah pun perlu untuk membentuk tim khusus untuk memikirkan mitigasi dampak dari virus corona ini di sektor pendidikan.

"Kasihan juga yang jualan, ini kan bagian dari orang yang mencari nafkah yang memerlukan anaknya juga," jelasnya.

Sebagai informasi, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sempat mendesak agar Kemendikbud membuat kurikulum baru selama masa pandemi Covid-19 saat ini.

"PGRI mengusulkan agar pemerintah merancang 'Kurikulum Sekolah Era Pandemi (KSEP)' yang praktis dan aplikatif dengan target pembelajaran yang rasional," ujar Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengutip Antara, Sabtu (6/6).

Dia mengatakan kurikulum yang ada saat ini tidak optimal ketika diterapkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di rumah.

Karenanya, apabila kegiatan di sekolah masih belum memungkinkan untuk dilakukan kembali dalam waktu dekat, Unifah mengusulkan agar Kemendikbud membuat kurikulum baru. Tentu yang sesuai dan bisa diterapkan optimal bagi siswa yang belajar di rumah.

Terakhir, Kemendikbud menyatakan telah menerima usulan penerapan kurikulum darurat itu selama masa pandemi Corona. Dalam hal ini, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud diminta mengkaji kurikulum tersebut.

"Banyak permintaan misalnya dari KPAI, PGRI, agar Kemendikbud menerapkan kurikulum khusus pandemi Covid. Saya kira kami sudah sampaikan ke Balitbang untuk dikaji," tutur Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid melalui konferensi video, Selasa (16/6).

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB