PDI Perjuangan Setuju Penghapusan Materi Dalam Pasal 7 RUU HIP Terkait Ciri Pokok Pancasila

5
273
PDI Perjuangan Setuju Penghapusan Materi Dalam Pasal 7 RUU HIP Terkait Ciri Pokok Pancasila

Jakarta, NAWACITAPOST – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyatakan akan mendengarkan aspirasi semua pihak terkait Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang banyak menuai pro-kontra di masyarakat.

Dalam pernyataan kepada media, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan sikap itu diambil partainya sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia sarat dengan tradisi gotong royong dan musyawarah.

Baca Juga : Prabowo berpeluang Maju Pilpres 2024, Ketum PA 212 : Prabowo Sudah Selesai atau Finis

“Atas dasar hal tersebut, maka terkait dinamika, pro-kontra yang terjadi dengan pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), sikap PDI Perjuangan adalah mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat. Musyawarah untuk mufakat adalah praktek demokrasi Pancasila.”

Hasto menyampaikan bahwa PDI Perjuangan setuju dengan penghapusan materi muatan yang terdapat di dalam Pasal 7 RUU HIP terkait ciri pokok Pancasila sebagai Trisila yang kristalisasinya dalam Ekasila.

Baca Juga : Pesan Jokowi kepada TNI : Bantu Disiplinkan Masyarakat Agar Taat Protokol Kesehatan

Di sisi lain, PDI Perjuangan mendukung penambahan menimbang guna menegaskan larangan terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti marxisme-komunisme, kapitalisme-liberalisme, radikalisme serta bentuk khilafahisme.

“Pemerintahan Presiden Jokowi melalui Menkopolhukam Prof Mahfud MD, memahami suasana kebatinan yang berkembang, dan PDI Perjuangan meyakini bahwa pemerintah akan kedepankan dialog dan menampung aspirasi yang berkembang,” ujarnya dalam pernyataan yang dirilis, Minggu (14/6/2020).

Baca Juga : Icc gelar Diskusi Webinar bertemakan Pemilukada dan Prospek Demokrasi di Era Normal Baru

Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa berbagai pendapat mengenai RUU HIP menunjukkan kuatnya kesadaran terhadap Pancasila sebagai dasar yang memersatukan bangsa, dan adalah tindakan bijak bagi semua pihak untuk mengedepankan dialog.

“Sebab dialog, musyawarah dan gotong royong adalah bagian dari praktek demokrasi Pancasila”.

 

Comments are closed.