Maknai Fundamental Pancasila Bukan Hanya Serimonial

0
294
Wira Darma Harefa selaku Tokoh Muda Nias sekaligus Direktur LBH Himpunan Masyarakat Nias Indonesian menyampaikan bahwa Peringatan hari Pancasila sebagai simbol Negara terkandung semangat kebhinekaan

Jakarta,Nawacitapost.com – Setiap Tanggal 1 Juni, menjadi tanggal yang ditunggu oleh sebagian bahkan seluruh masyarakat Indonesia, dimana sejak tahun 2017 telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur Nasional. Jakarta, Senin 1/6/2020.

Wira Darma Harefa selaku Tokoh Muda Nias sekaligus Direktur LBH Himpunan Masyarakat Nias Indonesian menyampaikan bahwa Peringatan hari Pancasila sebagai simbol Negara terkandung semangat kebhinekaan dan menjadi landasan kehidupan dengan berbagai tantangan didalamnya.

” Falsafah Negara kita terkandung semangat kebhinekaan, namun dalam prosesnya berbagai macam tantangan yang selalu ada, ini tidak mudah dan butuh kekuatan kolektif menghadapinya” Ujar Wira Darma. Senin, 1/6/20.

Baca Juga : Peringati Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi, Ini Pesan Posraya Indonesia

“Yang menjadi tantangan utama hari ini adalah bagaimana mengimplementasikan dan menghadirkan semangat Pancasila tersebut dalam prespektif keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Tambahnya.

Tokoh Muda Kepulauan Nias ini menyampaikan bahwa konsep keadilan sosial salah satu urgensi untuk terus digaungkan.

“Tujuan utama dari keadilan sosial bagaimana masyarakat adil dan makmur, berbahagia buat semua orang, tidak ada penghinaan, tidak ada penindasan, tidak ada penghisapan”.

“Pemikiran filosofis tersebut mengandung pemahaman bahwa Soekarno sangat memprioritaskan nilai keadilan dan menjunjung tinggi nilai hak-hak asasi manusia dalam konsep hidup berbangsa dan bernegara”. Kata Wira Darma kepada awak media.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemahaman Pancasila hari ini, hanya sebatas simbol tanpa memahami makna Ideologi pancasila itu sendiri.

“Pancasila hari ini, bagi sebagian masyarakat Indonesia, merupakan simbol semata tanpa memahami Ideologi Pancasila Itu sendiri” Tuturnya.

Wira Darma selaku praktisi hukum menegaskan bahwa Pancasila belum adil dalam penegakan Hukum.

“Pancasila Belum adil bagi Penegakan Hukum, Demokrasi, hak-hak azasi manusia, dimana seharusnya Pancasila dapat diandalkan sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara”.

“Tantangan yang sangat berat dimasa yang akan datang menghadirkan Pancasila yang adil pada seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya sekedar untuk memperingati, namun harus dipahami” Tegas Wira Darma.