BNPB : Ada kesalahpahaman Warga dalam menangkap Informasi Virus Corona

4
148
BNPB : Ada kesalahpahaman Warga dalam menangkap Informasi Virus Corona

Jakarta, NAWACITAPOST- BNPB menyebut ada kesalahpahaman warga dalam menangkap informasi yang disampaikan para pemimpin terkait Virus Corona. Hal ini menyebabkan masyarakat menganggap enteng pandemi Covid-19.

“Posisi sekarang kan orang banyak sudah mulai boring dan menganggap enteng karena ada pemahaman-pemahaman yang salah dari kemudian apa yang sudah disampaikan para pimpinan kita,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya Putra, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (13/5).

“Dengan posisi seperti itu kalau kemudian di daerah atau pelaksanaan PSBB kendor, tentu bisa jadi kontraproduktif dengan apa yang kita harapkan, ini harus disadarkan,” imbuhnya.

Bambang pun berharap seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah dapat bekerja sama melawan Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan hingga Indonesia dinyatakan bebas Covid-19 atau minimal vaksinnya ditemukan.

“Agar kemudian kita bisa mulai membuka kran aktivitas ekonomi supaya bisa menggeliat sesuai protokol kesehatan,” harapnya.

Baca Juga : Jokowi : Harga Bawang Merah dan Gula Pasir Masih Mahal ?

Sebelumnya, sejumlah pemimpin daerah berencana melakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan alasan kasus Corona sudah mulai menurun. Misalnya, Kota Tegal, sebagian wilayah Jawa Barat.

Wacana pelonggaran transportasi itu menuai polemik karena sejumlah pihak menilai pemerintah sejauh ini belum berhasil menangani penyebaran wabah corona di Indonesia.

Pelaksana tugas Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi belakangan meminta masyarakat tidak kaget menghadapi kemungkinan kasus positif virus corona (Covid-19) mengalami kenaikan yang banyak pada pekan depan.

Menurutnya, kenaikan tersebut dilakukan agar penyelesaian pandemi virus corona bisa lebih cepat dilakukan. Dody mengatakan kenaikan jumlah orang positif Covid-19 ditargetkan hingga 40 ribu pasien.

“Nanti mungkin jangan kaget bapak ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis, memang harusnya itu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya Covid-19 ini,” kata Dody dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI yang berlangsung secara daring pada Selasa (12/5).

 

Comments are closed.