Dinilai Tak Jelas, DPR Tunda Rapat Kerja Bersama Mendikbud

0
289
Dinilai Tak Jelas, DPR Tunda Rapat Kerja Bersama Mendikbud

NAWACITAPOST- Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menunda rapat kerja bersama Mendikbud Nadiem Makariem karena rencana realokasi anggaran untuk penanganan virus corona (Covid-19) senilai Rp4,9 triliun belum dijelaskan secara rinci oleh Kemendikbud.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta Nadiem dan Kemendikbud memperbaiki pemaparan mereka. Sebab penjelasan yang diberikan sejauh ini belum memuaskan, dan dikritik sejumlah anggota Komisi X.

“Dirasa oleh teman-teman komisi masih cukup umum sekali. Terlebih-lebih pada konteks perubahan realokasi, bahkan pemotongan, terutama dalam menghadapi pandemi Covid yang jumlahnya cukup besar, mencapai Rp4,9 triliun,” kata Huda dalam rapat virtual yang disiarkan situs resmi DPR RI, Senin (4/5).

Baca Juga : Pengadaan Alkes Covid-19, Bupati H.M.Harris Libatkan APIP dan APH Dalam Realisasi Penggunaan APBD Pelalawan

Dalam rapat virtual yang dihadiri Nadiem itu, Huda mempersilakan perwakilan fraksi untuk berbicara. Semua fraksi sepakat agar Nadiem dan jajarannya merinci realokasi anggaran pendidikan untuk corona.

Huda meminta anak buah Nadiem untuk memperbaiki usulan realokasi anggaran. Dia berharap kejadian serupa tak terulang di rapat kerja berikutnya.

“Agar lebih efektif, sebelum raker nanti kita melalui RDP (rapat dengar pendapat). Semua eselon I, dirjen, kepala badan, memaparkan utuh terkait dengan kegiatan-kegiatan di satker masing-masing,” tutur politikus PKB itu.

Nadiem merespons keputusan Komisi X itu dengan jawaban singkat. Dia menyetujui usulan untuk menunda rapat agar Kemendikbud bisa memperbaiki rincian anggaran.

“Menurut saya kalau memang objektifnya adalah untuk mendapatkan perincian masing-masing pemindahan, format RDP adalah yang terbaik, dan itu akan segera kami koordinasikan,” ucap Nadiem.

Rapat antara Komisi X dan DPR RI terkait realokasi anggaran pendidikan untuk corona telah berlangsung beberapa pekan. Pada rapat Senin (23/3) malam, Nadiem mengusulkan penggeseran anggaran Rp305 miliar.

Nadiem berencana menggunakan anggaran itu untuk penanganan corona, seperti menyiapkan mahasiswa relawan, menambah kapasitas rumah sakit pendidikan, dan membeli alat kesehatan.