Bansos Fornisel Bukan Sentuhan Ranah Politik

3
477
Bansos Fornisel Bukan Sentuhan Ranah Politik

Jakarta, NawacitapostVirus corona atau lebih dikenal dengan Covid 19 merupakan virus yang cukup dahsyat. Virus memberikan dampak tidak hanya bagi seseorang yang dikatakan positif namun masyarakat luas. Terlebih karena penyebaran yang begitu pesat. Sehingga menekan psikologi seseorang menjadikan ketakutan untuk beraktivitas seperti biasanya.

Demikian berdampak pada runtuhnya perputaran roda perekonomian. Tidak sedikit perusahaan memilih untuk mengurangi jam kerja, karyawan dan gaji. Pemerintah pun juga berupaya dalam membatasi penyebaran virus covid 19. Dalam upaya, pemerintah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) kepada masyarakat dan juga perusahaan – perusahaan.

Baca Juga : Wabah Corona Semakin Ganas, Warga Bandung Tak Peduli Aturan Dari Pemerintah

Tentu saja hal semacam itu akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat sehari – hari. Terlebih masyarakat yang sudah memiliki tanggungan beragam. Baik Ojol, pekerja lepas, karyawan rumah makan, pegawai toko atau bahkan para hamba Tuhan pun terdampak.

Menjadikan Forum Nias Selatan atau lebih dikenal dengan Fornisel menggelorakan gerakan bantuan sosial ( bansos ). Sudah kali kedua bansos dilaksanakan dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak sebagai prioritas untuk menerima. Baik untuk para hamba Tuhan hingga masyarakat terdampak PSBB karena virus covid 19.

Meskipun bansos belum menjawab sesuai kebutuhan hidup masing – masing. Setidaknya bisa sedikit menguatkan masyarakat yang terdampak untuk bertahan hidup. Sesungguhnya memang bansos bukan memenuhi semua kebutuhan setiap penerima. Akan tetapi, lebih sebagai perhatian dalam kebersamaan saling peduli antar sesama ono niha.

Terlebih bansos juga menekankan untuk pengertian adanya PSBB adalah memutus mata rantai penyebaran virus covid 19. Peran serta masyarakat juga sangat diharapkan. Sangatlah penting untuk menjaga kekhawatiran sehingga bersama – sama bisa tetap tenang dan fokus berdo’a agar covid 19 segera berlalu.

Ketua Umum Fornisel, Bahagia Dachi memberikan wanti – wanti hal tersebut diantara sesama pengurus. Pengurus diminta untuk bekerja secara tulus. Jangan sampai memberikan peluang celah penggiringan sentuhan politik. Sebab, apabila terjadi akan menimbulkan demotivasi bagi pengurus. Tidak menutup kemungkinan para donatur yang tulus membantu akan enggan dan bisa memutuskan mengurungkan niatnya.

Bahagia Dachi juga menekankan bahwa tidak boleh terpengaruh dengan pandangan segelintir orang yang sengaja menggiring ke sentuhan politik. Sebab, saat ini, niat tulus saja sudah menjadi buah kecurigaan. Menduga apa saja dilakukan demi kepentingan politik. Sepatah kata “ Lupakan urusan politik dan fokus pada rasa kemanusiaan sebagai wujud kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus “.

Dilanjutkan, setelah pelaksanaan bansos paket kedua, masih akan berusaha keras melanjutkan pada tahap berikutnya. Lebih banyak menjangkau masyarakat Ono Niha di Jabodetabek asal Kepulauan Nias. Tidak terbatas pada masyarakat asal Nias Selatan.

Diharapkan dengan gerakan bansos, bisa memberikan semangat untuk tidak merasa sendiri. Sekaligus juga mengurangi kekhawatiran keluarga masyarakat Jabodetabek yang utamanya berada di kampung.

Ditambahkan oleh Ama Cintya, biasa dipanggil, dalam kesempatan ini mengetuk hati para tokoh dan putra putri Ono Niha agar mau berbagi meskipun tidak harus dalam jumlah yang besar. Mengajak untuk marilah bergotong royong dan bersama – sama membantu atasi kesulitan, pungkasnya.

 

Comments are closed.