Pengendara yang Melanggar PSBB Bisa dikenakan Pasal 9 UU No 6 Tahun 2018

1
144
Pengendara yang Melanggar PSBB Bisa dikenakan Pasal 9 UU No 6 Tahun 2018

Nawacitapost-  Masyarakat banyak yang bertanya seputar sanksi bagi pelanggar pemberlakuam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan beberapa kota lainnya. Penerapan PSBB ini dimaksudkan untuk disiplin masyarakat ketika keluar rumah demi mencegah penularan virus corona (Covid-19). Lalu apa sanksinya jika pengendara melanggar?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, mnghimbau para pengendara yang masih tidak mengindahkan akan dikenakan Pasal 93 Jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta.

Baca Juga : Sri Mulyani : APD Tetap di Ekspor Walaupun Kebutuhan Dalam Negeri Naik

Polda Metro Jaya mulai memberi tindakan pada pengendara yang melanggar PSBB. Terkait hal tersebut para pengendara yang membandel tidak langsung dikenakan sanksi penilangan. Namun akan diberi arahan dan surat teguran yang nantinya data tersebut tersimpan di kepolisian.

Surat teguran atau peringatan tersebut dimaksudkan, agar para pengendara tidak mengulangi perbuatannya lagi. Jika masih mengulangi, maka akan dilakukan tindakan penilangan sesuai dengan aturan yang ada.

“Jadi untuk pengendara yang masih melanggar aturan, pertama kita akan bawa ke pos polisi dan kita buat surat teguran dengan mencatat data-data pribadi yang tertera di Surat Izin Mengemudi (SIM) ke data base kepolisian ya,”jelas Yusri.

“Namun, jika pengendara kembali melanggar, pengendara bisa langsung dikenakan Undang-Undang No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta. Itu langkah terakhir bagi pengendara yang membandel,” sambung Yusri.

 

Comments are closed.