Dengan Kedisiplinan Kuat Dilakukan Insya Allah Akan Kembali Kondisi Normal

0
97

Jakarta, Nawacitapost – Usai penolakan pemakaman perawat, termasuk Purbo Ketua Rt6 Dusun Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat yang turut berperan di dalam aksi penolakan. Akhirnya minta maaf namun bagi Harif Fadhilah sebagai Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang dikutip dari Kompas.com, Jum’at (10’4) kecewa dan akan membawa kasus itu ke ranah hukum.

Di tempat terpisah, Presiden RI Joko Widodo dalam akun instagramnya, menyampaikan apresiasi pada perawat yang menjadi garda terdepan dalam menangani korban/pasien yang kena virus Covid-19. Persatuan Perawat Nasional Indonesia melalui Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah, menyampaikan terimaksih kepada bapak presiden. Semoga dengan apresiasi tersebut para perawat di berbagai tempat seluruh Indonesia semakin semangat mengabdi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan perawatan.

“Saat ini 209 (negara) di dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, masa yang berat bagi kehidupan kita pandemi Corona membawa kesedihan bagi kesedihan beberapa orang dan kesulitan bagi banyak orang, dan kita semua mengalami perubahan besar dalam hidup sehari – hari,” tandas Presiden Jokowi pada akun Instagramnya, Jum’at (10/4).

Beliau juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi dan terima kasih pada semua dokter, semua perawat dan seluruh tenaga medis yang terus berjuang di garis depan hingga kini.

“Mereka yang telah menjalankan peran penting tanpa pamrih, TNI/Polri dan para relawan yang melaksanakan tugas untuk kita semua,” jelasnya.

Presiden Jokowi pun mengatakan, atas nama masyarakat dan negara, memberikan penghargaan yang setinggi tingginya karena yang dilakukan merupakan pengorbanan yang luar biasa .

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu dan saudara – saudara yang telah tinggal di rumah karena telah berada dui rumah kita semua telah berupaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” ujarnya.

Dengan demikian ungkapnya, memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 artinya telah menyelamatkan banyak keluarga dari virus ini. Maka dari itu, Jokowi mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus bersama – sama menangani pandemi ini secara gotong royong bersatu padu karena hanya dengan cara kebersamaan ini akan dapat mengatasinya.

“Kita tidak sendiri, kita bersama dengan negara – negara lain yang juga mengambil hal yang sama untuk sama – sama mengatasi pandemi ini dan sabar optimis tetap disiplin di rumah dan berjaga jarak hubungan berinteraksi dengan orang lain,”

Lanjutnya Presiden Jokowi pun mengatakan, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, pakai masker saat keluar rumah. Namun dijelaskannya ketika kedisiplinan kuat dilakukan, “Insya Allah kita akan kembali pada situasi kondisi normal dan dapat bertemu dengan saudara, bertemu dengan teman, bertemu dengan kerabat dan tetangga dalam situasi yang normal. Tapi untuk saat ini di rumah saja!” terangnya.