Kamis, 4 Juni 2026

Dampak Covid-19, Ketum DPP HIMNI Dukung Program Pemerintah

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Jumat, 10 April 2020 | 22:01 WIB

Jakarta, Nawacitapost - "Menyampaikan turut berduka cita atas kepeegian Ketua DPD HIMNI Papua, Bapak Timeyaman Harefa, semoga amal dan perbuatannya diterima Tuhan Yang Maha Esa. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan penghihuran".


Demikian hal itu diucapkan Otoli Zebua selaku Sekjen Dewan Pengurus Pusat Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (DPP HIMNI),  pada Rapat Bersama DPP dan KSB DPD HIMNI se - Indonesia, dihadiri 23 DPD, yang digelar melalui Media Zoom, pada Kamis (9/4) di Jakarta.



Lebih lanjut dalam Rapat Bersama yang dihadiri 23 DPD dan DPDK tersebut, Sekjen DPP HIMNI menghimpun laporan DPD HIMNI dari masing - masing daerah. Dari laporannya yang ditulis Sekjen, ternyata mengalami hal yang sama, yakni dampak Covid-19 bagi masyarakat dan khususnya orang Nias.

 

Pertama, dampak ekonomi bagi Ojol, karyawan mall pabrik karena dirumahkan, mengalami PHK bagi sebagian buruh harian, dan beberapa DPD sudah melakukan aksi baik aksi preasure kepada pemerintah.

Kedua, Secara khusus DPD Sumut yang meminta pemerintah Sumut segera menunjuk RS Gunungsitoli sebagai RS rujukan sekaligus langkah langkah penangangan kesehatan.


Ketiga, DPD Lain melakukan Aksi sosial baik menyediakan kebutuhan sehari-hari, pembagian hand sanitizer, masker dan aksi lain berupa edukasi bagi masyarakat.


Keempat, hampir semua DPD melaporkan tidak ada orang Nias yang terpapar Covid-19 kecuali almarhum Timeyaman Harefa Ketua DPD HIMNI Papua,"


-
Lebih lanjut Ketua DPDK HIMNI Kepnis Lakhomizaro Zebua yang juga Walikota Gunungsitoli menyampaikan kondisi Kepnis dan langkah langkahhya sudah dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.


"Kepala Daerah se -Kepulauan Nias (Kepnis) sudah beberapa kali melakukan pertemuan yang menyangkut penanganan Covid-19," kata Walikota Gunungaitoli.


Lanjutnya, RS Gunungsitoli (Gusit) sudah ditunjuk sebagak rumah sakit rujukan. Bahkan dalam waktu dekat katanya, akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Nias, untuk membangun ruang isolasi, yang diperkirakan kurang lebih 36 tempat tidur.


"Di Kepnis jumlah OTG sebanyak 4.500 orang dan ODP sebanyak 6.025 orang," terang Lakhomizaro.


Sementara untuk ASN atau yang menjalani Work From Home (WFH) dan belajar di rumah berlaku sampai 21April 2020. Begitu juga toko - toko dibuka sampai pukul 19.00 Wib.


"Kita telah menyiapkan beberapa posko pemeriksaan kesehatan dan telah membagikan alat penyemprotan di tiap kecamatan dan desa," jelas Ketua DPDK HIMNIS Kepnis.


Masih lanjut Ketua DPDK HIMNI Kepnis, "Kita sudah melakukan penyemprotan disinfektan di Kota Gunungsitoli, dan tidak ada penutupan Bandara dan Pelabuhan dengan alasan sosial," jelas Lakhomizaro.


Ditambahkan Ketua DPDK yang sebagai Walikota Gunungsitoli, sangat membutuhkan alat medis seperti Alat Pelindung Diri (APD), masker yang dianggap sulit didapat.


Masih diungkapkan Lakhomizaro, ia mengusulkan agar rumah sakit rujukan tidak saja ditujukan pada RS Gunungsitoli tetapi juga RS Lukas di Teluk Dalam dengan mempertimbangkan jarak.


Lanjutnya dalam Rapat Bersama yang digelar melalui Media Zoom, Ketua Umum DPP HIMNI mendukung setiap program dan himbauan pemerintah, seperti membantu menyediakan alat medis berupa APD, Masker,dan Hand Sanitazer.

Halaman:

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini