Jokowi : Warga yang Mudik ke Kampung Halaman Akan Berisiko memperluas Penyebaran Covid-19

1
154
Jokowi : Warga yang Mudik ke Kampung Halaman Akan Berisiko memperluas Penyebaran Covid-19

Jakarta, Nawacitapost- Presiden Joko Widodo menyatakan telah terjadi percepatan arus mudik sejak DKI Jakarta menetapkan tanggap darurat virus corona (covid-19). Pemerintah provinsi Jakarta diketahui telah menetapkan tanggap darurat covid-19 awal Maret lalu dan diperpanjang hingga 19 April mendatang.

Joko Widodo menyebut , jumlah warga yang mudik ke kampung halaman pun melonjak.

“Laporan yang saya terima dari gubernur Jawa Tengah, gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya. Dan sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Antisipasi Mudik Lebaran melalui siarang langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/3).

Baca Juga : Penyemprotan Disinfektan Upaya Pemutusan Rantai Penyebaran Covid19

Jokowi menuturkan, kebanyakan warga yang mudik itu merupakan pekerja informal dari wilayah Jabodetabek. Mereka umumnya pulang ke kampung halaman di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Selama delapan hari terakhir, lanjut Jokowi, tercatat 876 armada bus antarprovinsi telah membawa sekitar 14 ribu penumpang ke sejumlah wilayah tersebut.

“Ini belum (termasuk) dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainnya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi,” katanya.

Jokowi khawatir banyaknya warga yang mudik ke kampung halaman akan berisiko memperluas penyebaran covid-19. Berkaca dari kegiatan mudik 2019, jumlah warga yang pulang ke kampung halaman mencapai 19,5 juta orang.

“Adanya mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran covid-19,” ucap Jokowi.

 

Comments are closed.