Bukit Kubang Salah Satu Alasan Dipilihnya Translokasi

0
220

Jakarta, Nawacitapost – Tiga individu Orangutan ditranslokasikan ke Bukit Kubang, Desa Batu Barat, Kec. Simpang Hilir, Kab. Kayong Utara. Bukit Kubang merupakan bagian dari Kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Palung, Minggu (29/3). Kegiatan translokasi berjalan dengan lancar hasil kerjasama yang baik Tim Unit Penyelamatan Satwa Liar (Wildlife Rescue Unit) yang terdiri dari Balai TN Gunung Palung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Teluk Melano, Hazbullah menerangkan bahwa, kondisi Bukit Kubang yang remote access merupakan salah satu alasan dipilihnya Bukit Kubang sebagai lokasi translokasi.

“Bukit Kubang cukup jauh dari pemukiman, memiliki ketersediaan pakan yang memadai dan tingkat kepadatan Orangutan yang rendah,” ujar Hazbullah.

Lanjutnya, sepanjang Maret 2018 hingga September 2019, lima individu Orangutan telah dipindahkan ke Bukit Kubang. Inap, Rawa dan Mama Rawa menambah populasi orangutan translokasi di Bukit Kubang. Setelah menyusuri Sungai Kubang kurang lebih 1 jam, tim kemudian tiba di Bukit Kubang. Ketiga individu Orangutan kemudian diangkut menggunakan kandang ke titik translokasi. Inap ditranslokasikan terlebih dahulu kemudian Rawa dan Mama Rawa.

Lebih lanjut Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor, menyatakan bahwa konflik manusia dengan satwa liar tidak boleh terjadi lagi. Dan meminta seluruh pihak, baik pemerintah, para mitra serta masyarakat untuk melakukan langkah nyata untuk mengakhiri konflik seperti ini.

Sementara Kepala Balai TN Gunung Palung, Ari Wibawanto memberikan keterangan bahwa, kegiatan translokasi kali ini tidak melalui kegiatan konferensi pers dan pelibatan banyak orang seperti biasanya, mengingat situasi Pademi Covid-19.

“Keselamatan manusia dan satwa menjadi prioritas utama. Kegiatan formal translokasi yang umumnya melibatkan banyak pihak pada waktu yang bersamaan dikhawatirkan akan berpotensi untuk terjadinya transmisi penyakit bakteri, virus, parasit dari manusia ke hewan maupun sebaliknya,” terang Ari.

Direktur Program YIARI, Karmele L. Sanchez juga mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan YIARI untuk pembinaan populasi Orangutan melalui translokasi.