Target Penyelesaian Arena Aquatic Ditargetkan Juli Dapat Dipenuhi

0
257
Jakarta, Nawacitapost – Pelaksanaan PON XX di Papua direncanakan berlangsung 20 Oktober – 2 November tahun 2020. Pembangunan arena aquatic telah dimulai sejak Desember 2018 dan diharapkan target penyelesaian pada Juli tahun 2020 dapat dipenuhi.
 
Demikian hal itu dijelaskan Iwan Suprijanto Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar, Ditjen Cipta Karya, dua hari lalu di kantor PUPR, Jakarta, Jum’at (27/3).
Iwan pun menerangkan bahwa biaya pembangunannya dialokasikan dari APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp401.058 miliar. Sedangkan Area Aquatic akan dilengkapi dengan fasilitas pool yang sesuai dengan standar Federation Internationale de Natation (FINA) yang merupakan induk organisasi internasional olahraga renang serta tata lampu berstandar field of play (FOP), alat penghitung waktu pertandingan (master clock) di lantai 1 dan lantai 2, papan skor serta tata suara, tata udara, kamera pengawas (CCTV), dan tribun penonton.
“Selain itu juga dilengkapi fasilitas parkir, lansekap, drainase, dan bangunan penunjang disesuaikan dengan batas kawasan,” jelasnya.
Sementara untuk pembangunan Istora Papua Bangkit telah dimulai November 2018 yang ditargetkan selesai Juni tahun 2020, kontraktor PT PP (Persero) dengan nilai pekerjaan Rp257,5 miliar dan konsultan manajemen PT. Virama Karya sebesar Rp4,8 miliar.
“Kawasan Istora Papua Bangkit dilengkapi dengan area plaza kawasan termasuk kawasan parkir kendaraan di dalam dan luar area istora dengan konstruksi rangka atap pipa baja berbentuk dome yang memiliki bentangan kurang lebih 85 meter,” tambahnya.
Sedangkan struktur rangka atap Venue Istora saat ini sedang dalam proses pendaftaran Rekor MURI sebagai Rangka Atap Baja Dome dengan bentang terpanjang di Indonesia. Arena Aquatic dan Istora berada di kawasan Olahraga Kampung Harapan seluas 32 Ha.
Di kompleks ini juga tengah dibangun Stadion Utama Papua Bangkit yang dilengkapi papan skor, peralatan sistem waktu, dan lampu LED standar FIFA, dengan kekuatan 1.800 Lux. Kemudian fasilitas lainnya seperti lapangan latihan/pemanasan, zona aman stadion, dan area parkir.
Sedangkan untuk total pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) sebesar Rp277 miliar dengan kontraktor PT. Nindya Karya dan konsultan manajemen PT. Bina Karya senilai Rp4,9 miliar. Pekerjaan dilaksanakan sejak Desember 2018 dan ditargetkan selesai pada Juni 2020.
Selain pembangunan empat venue tersebut, pada tahun 2020 Kementerian PUPR mendapatkan amanah untuk menyelesaikan 3 (tiga) Venue PON Baru yaitu Arena Sepatu Roda, Venue Panahan, dan Venue Dayung yang pembangunannya mulai dilaksanakan pada akhir Februari serta Penataan Kawasan Kampung Harapan sebagai area Pendukung Venue Istora dan Aquatic yang pelaksanaannya baru dimulai pada akhir Januari.
“Penataan Kawasan Doyo Baru sebagai area pendukung Arena Cricket, Hockey Outdoor dan Hockey Indoor, pelaksanaannya dimulai akhir Desember 2019,” kata Iwan.