Kemenag Back Up Kebutuhan RS Darurat Covid-19

0
195
Jakarta, Nawacitapost – Menanggapi banyak pertanyaan dari media tentang penggunaan asrama haji untuk rumah sakit darurat untuk menanggulangi wabah Corona, Covid – 19, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi sesuai arahan Menteri Agama Fachrul Razi, Kemenag siap memback-up kebutuhan RS darurat dalam menghadapi wabah virus Corona dengan menyediakan asrama haji sebagai alternatif pilihan.
“Tentunya hal ini harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan teknisnya tetap dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid 19 dan Pemda setempat,” pungkas Zainut, Minggu (29/3) di Jakarta.
Dijelaskan Wamen, Kemenag juga sudah membuat skala prioritas kemana penggunaannya. Salah satu yang sudah berjalan adalah dengan RS Haji Pondok Gede yang melayani banyak pasien COVID-19. Untuk hal itu kami meminjamkan gedung utama Asrama Haji Pondok Gede sebagai fasilitas perawatan pasien dalam pemantauan (PDP).
Untuk sementara katanya, fasilitas yang digunakan 70 kamar guna keperluan mengkarantina orang yang berstatus PDP, dirawat sambil menunggu kepastian akan hasil tes COVID-19 mereka dan ketika sudah dinyatakan positif akan dikirim ke rumah sakit rujukan
“Kami juga terus melakukan koordinasi dengan seluruh Kanwil untuk mendapat masukan dari mereka tentang kawasan yang sangat membutuhkan bantuan penanganan wabah COVID-19 ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, jumlah asrama haji yang dimiliki Kemenag ada 16 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, Kemenag menindaklanjuti amanat Presiden RI agar setiap kementetian dan lembaga melakukan revisi anggarannya untuk dialokasikan penanggulangan pandemi Corona.
“Lebih dari Rp300 miliar anggaran telah direlokasi untuk membantu penganan wabah virus Corona. Anggaran itu dihimpun dari sejumlah pos perjalanan dinas di luar dan dalam negeri serta kegiatan reguler,” pungkaa Zainut Tauhid.