Kemenag Dorong Pengelola Zakat Untuk Memperkuat Sinergi

0
173

Jakarta, Nawacitapost – Kementerian Agama mendorong organisasi pengelola zakat memperkuat sinergi dan melakukan refocussing program dalam rangka penanganan kondisi darurat akibat pandemi global virus Korona atau Covid-19.

“Sinergi program organisasi pengelola zakat ini agar diperkuat sebagai jaring pengaman sosial di masa darurat Covid-19,” terang Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M. Fuad Nasar dalam diskusi dan koordinasi online dengan para pimpinan organisasi pengelola zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) melalui video conference yang telah dilansir di portal kemenag.go.id, di Jakarta, pada Kamis (26/3).

Fuad mengapresiasi langkah BAZNAS dan Lembaga-lembaga Amil Zakat (LAZ) di masa darurat Covid-19. Mereka telah melakukan penyemprotan disinfektan di area publik, pembagian masker dan hand sanitizer, memberdayakan masjid dalam situasi tanggap bencana, mendistribusikan sembako gratis serta membantu rumah sakit yang mengalami kekurangan alat dan tenaga.

“Program organisasi pengelola zakat diharapkan menjangkau kebutuhan hidup warga masyarakat yang terdampak kondisi darurat sehingga tidak bisa beraktivitas mencari nafkah di luar rumah secara normal,” terang Fuad.

Dalam kesempatan itu, Fuad Nasar menginformasikan bahwa Kementerian Agama sementara ini telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp311 miliar guna membantu penanganan Covid-19 yang bersumber dari dana ABPN dan non-APBN.

Dana non-APBN yang dikoordinir penggalangannya melalui Posko Bencana pada Kementerian Agama, bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

“Bangsa Indonesia dan dunia sedang dihadapkan dengan wabah virus berbahaya yang jauh berbeda bentuk dan akibatnya dari bencana alam biasa. Hanya persatuan, saling percaya di antara sesama elemen bangsa, gotongroyong dan rahmat Allah SWT yang membuat rakyat Indonesia bisa bertahan,” tuturnya.

Lanjutnya, warga negara yang tidak punya penghasilan tetap dan tidak memiliki tabungan harus diproteksi dan dipersiapkan menghadapi kemungkinan terburuk. Ini sebuah operasi kemanusiaan yang harus mensinergikan segenap modal sosial dan potensi kekuatan yang dimiliki bangsa.

“Selain tugas Pemerintah sesuai amanat konstitusi, saya mengajak semua organisasi pengelola zakat dan wakaf untuk melakukan langkah terbaik guna membantu mereka yang terdampak kondisi darurat bencana Covid-19,” imbuhnya.

Namun diskusi dan koordinasi bertemakan Memperkuat Sinergi Zakat Sebagai Jaring Pengaman Sosial Dalam Kondisi Darurat Covid-19, diisi paparan dari Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, paparan Ketua Umum FOZ Bambang Suherman, dan paparan pakar pemberdayaan Sigit Iko Sugondo. Diskusi dipandu oleh Nana Sudiana, Sekjen FOZ.