DPN Peradi Fauzi Resmi Menunda Pelaksanaan Munas ke-3

0
805

Jakarta, Nawacitapost  – Ketua Umum DPN Peradi Fauzi Yusuf Hasibuan, menyampaikan penyelenggaraan pelaksanaan Musyawarah Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Munas Peradi) ke-3 tahun 2020 yang rencananya akan dilaksanakan 30-31 Maret 2020 di Hotel Shangrila, Surabaya akhirnya resmi ditunda menjadi tanggal 15-16 April 2020.

Dikatakan Fauzi, penundaan tersebut dikeluarkan Dewan Pimpinan Nasional Peradi dan disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPN Peradi, Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H., M.H. yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Thomas E. Tampubolon, S.H., M.H. dan Ketua Dewan Pembina Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M serta disaksikan pengurus DPN Peradi yang hadir di kantor sekretariat Grand Slipi Tower, Jum’at (20/3).

“Sebelumnya Munas Peradi Ke 3 tahun 2020 yang rencananya akan berlangsung di  Hotel Shangrila, Surabaya sedianya akan dihadiri oleh ribuan anggota dari DPC-DPC (Dewan Pimpinan cabang)  dari seluruh tanah air termasuk tamu undangan,”  ujar Fauzie.

Fauzie pun menerangkan bahwa sebelum acara dijadwalkan untuk di tunda, DPN dan Panitia Munas telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di pusat dan daerah Jawa Timur mengenai kemungkinan  acara bisa tetap berlangsung namun akhirnya diputuskan agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya terkait semakin merebaknya pandemi virus Covid-19 di tanah air.

Lanjutnya kekhawatiran dampak berkumpul banyak orang dalam satu tempat meskipun akan diusahakan sistem pengaturan berkumpul sedemikian rupa. Panitia Munas berencana akan menyiapkan tim medis crisis centre yang akan bekerjasama dengan Rumah Sakit setempat.

Kendati demikian kata Fauzi, tetap saja ada kekhawatiran dari efek penyebaran virus Corona sulit untuk dideteksi, yang pada gilirannya menjadi pertimbangan utama. Sehingga menunda pelaksanaan Munas Peradi ke -3 menjadi pilihan keputusan demi mengantisipasi kemungkinan banyak orang dapat terjangkit dan semakin merebaknya pandemi virus ini di Indonesia.

“Tentu menjaga kesehatan masyarakat banyak patut-lah menjadi pilihan utama” jelas Fauzie.

Diungkapkan Ketum DPN Peradi Fauzi, sebelumnya pelaksanaan Munas Peradi ke-3 tetap akan dijalankan karena banyaknya DPC-DPC yang telah siap hadir dan sudah membeli tiket dan membayar akomodasi jauh – jauh hari, yang konon  katanya mengingat adanya kerugian yang akan diderita DPC-DPC jika Munas Peradi ke-3 ditunda.

“Melihat situasi kondisi dampak penyebaran virus corona yang semakin meluas bahkan berdampak kematian, maka menjaga kesehatan dan ketertiban keamanan patut lebih di utamakan menjadi pertimbangan,” imbuhnya.

Dalam keterangannya, ia pun menyadari akan ada dampak kerugian besar bagi DPC-DPC yang telah memiliki semangat untuk hadir, namun Fauzi secara tertulis yang dibubuhi tanda tangan dan stempel DPN Peradi, menyatakan minta maaf dan meminta pengertiannya atas keputusan penundaan Munas di Surabaya.

“Hal-hal terkait dengan kerugian dapat dikoordinasikan kepada DPN. Untuk pengambilan keputusan penundaan Munas Peradi ke-3 ini menjadi langkah tepat demi kemaslahatan kesehatan banyak orang,” pungkasnya.

Hal itupun diungkapkan Fauzi, mengingat adanya Himbauan dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo menyatakan agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan keramaian atau berkumpul banyak orang untuk menghindari semakin merebaknya pandemi virus Corona/Covid-19 yang dapat mematikan. Oleh karena itu atas himbauan Presiden, agar menguramgi aktifitas diluar rumah  dan lebih baik melakukan aktifitas dari rumah saja.

“Sebagai organisasi profesi, tentu mendukung himbauan Presiden yang berkaitan demi kesehatan kemaslahan bangsa,” tukasnya.