Puan Maharani Terpilih Perempuan Paling Memberi Inspirasi

0
185
Jakarta, Nawacitapost – Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani terpilih menjadi perempuan paling memberi inspirasi tahun 2020 versi salah satu media nasional terkemuka. Adapun penghargaan yang bertajuk Parliament Award 2020 untuk kategori ‘Inspiring Woman’ ini diserahkan kepada Puan, dengan diwakili rekannya yangh satu partai yakni Ahmad Basarah, yang dirilis media Parlementaria di Jakarta, Senin (16/3/2020), Dengan kehadiran Ahmad Basarah, menanggapi penghargaan tersebut menurut pengakuannya, merasa terhormat mewakili Puan maharani menerima award bergensi karena seorang inspirator dan motivator bagi kaum perempuan Indonesia yang harus dibanggakan.
“Penghargaan untuk predikat ‘’Inspiring Woman’ ini tak bisa sembarang legislator “Karena penerima penghargaan harus memenuhi tiga indikator penilaian sekaligus, yakni mewarnai panggung politik nasional, mencerminkan semangat kesetaraan gender, dan memiliki pencapaian fantastis dalam karir politik,” tutur Hendri Satrio, anggota Dewan Juri dalam Parliament Award 2020.
Dijelaskan Hendri, dari ketiga kategori penilaian itu menilai layak disandang Puan Maharani karena bukan saja sudah menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan selama tiga periode dan pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja 2014 –2019, serta menjabat Ketua DPR perempuan pertama sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Puan Maharani yang lahir di Jakarta, 6 September 1973 itu dikenal sebagai politikus ulung yang pernah menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk periode 2012 – 2014. Di DPR RI, Puan pernah bertugas di Komisi VI DPR RI yang mengawasi BUMN, perdagangan, koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP),” ujarnya.
Lanjutnya, juri yang ditunjuk untuk menentukan penerima award , diantaranya adalah Hendri Satrio (Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina), Margarito Kamis (Pakar Hukum Tata Negara Indonesia Universitas Indonesia), dan mantan aktivis Malari Hariman Siregar. Diketahui, tim juri menggunakan penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara dengan menjadikan eksplorasi sebagai fokus penelitian.