Area Urugan Pasir di Pulau Pramuka Jadi Tempat Bertelur Penyu Sisik

0
359
dok. Humas KLHK, Rabu (18/3/20200

Jakarta, Nawacitapost – Penyelematan telur Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) sebanyak 156 butir berhasil dipindahkan ke Sanctuary Penyu di Pulau Pramuka untuk ditetaskan secara semi alami, oleh petugas KLHK, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Pulau Pramuka, Balai TN Kepulauan Seribu.

Dikatakan Badiah, Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, telur – telur penyu tersebut ditemukan dari sarang yang berada di area urugan pasir pendalaman kolam labuh di sebelah Timur Pulau Pramuka. Itu menurutnya yang menjadi perhatian. Namun kata Badiah, bukan pertama kali petugas menemukan adanya telur penyu sisik di area urugan pasir kolam labih tersebut karena bulan lalu telah menemukan adanya sarang berisi telur Penyu Sisik.

“Urugan pasir di sekitar kolam labuh ini adalah imbas dari proses pembuatan labuh untuk pendalaman alur kapal yang dibuat pada tahun 2017 oleh Dinas perhubungan Provinsi DKI Jakarta, yang hingga kini belum ditata,” tandas Badiah.

Masih diungkapkan Badiah, keberadaan sarang telur penyu sisik di area urugan pasir kolam labuh ini diduga karena keberadaan pantai alami di sekitar Pulau Pramuka sudah menyusut drastis luasannya. Salah satu sebabnya adalah keberadaan urugan pasir tadi.  Secara alamiah kata Badiah, penyu akan kembali ke kampung halamannya (tempat semula) ketika akan bertelur.

“Hal ini menunjukkan bahwa dulunya pulau Pramuka masih mempunyai pantai berpasir yang baik dan sesuai sebagai tempat penyu bertelur,” jelasnya.

Menurutnya, membiarkan urugan pasir menjadi pantai yang akan menjadi nesting area penyu Sisik, merupakan tindakan yang lebih bijak, karena Penyu Sisik merupakan salah satu jenis yang dilindungi oleh UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, selanjutnya diatur dalam PP No7/1999 dan Permen LHK No.P.106/2018.

Lebih lanjut diungkapkan Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu telah berkoordinasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dan H. Idris, Anggota Komisi D, DPRD DKI Jakarta, Dapil Kepulauan Seribu yang membidangi masalah lingkungan,  mendukung upaya untuk tidak membangun bangunan di area urugan pasir dari pendalaman kolam lebuh, untuk mendukung kelestarian Penyu Sisik sebagai satwa yang dilindungi.