"Saya mencatat bahwa sebagai dua mitra strategis, Indonesia-Prancis selama ini memiliki kerja sama pertahanan yang baik. Indonesia ingin terus tingkatkan kerja sama pertahanan, khususnya di bidang yang dapat perkuat alutsista TNI dan memajukan industri pertahanan Indonesia," kata Prabowo dalam keterangan KBRI Paris.
Prabowo dan Florence Parly sepakat menandatangani Perjanjian Kerja Sama Bidang Pertahanan atau DCA (Defense Cooperation Agreement). Targetnya, DCA dapat segera diselesaikan pada tahun ini sebagai framework kerja sama pertahanan.
Baca Juga : Presiden Joko Widodo kembali ke Tanah Air Usai dari Abu Dhabi
Dalam perjanjian tersebut, Prabowo juga menyepakati kerja sama dalam bidang pelatihan dan pendidikan, pengembangan industri pertahanan, kerja sama dalam bidang sains dan teknologi industri pertahanan, kerja sama intelijen pertahanan, kerja sama peacekeeping operations, dan kerja sama misi kemanusiaan saat bencana, serta counter-terorism.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Prancis, Arrmanatha Christiawan Nasir menilai, Prancis merupakan negara yang memiliki teknologi pertahanan yang maju.
"Prancis sebagai negara yang memiliki industri pertahanan yang maju, dapat menjadi mitra strategis dalam upaya Indonesia memperkuat alutsista TNI serta mengakselerasi pengembangan industri pertahanan nasional, jelas Arrmanatha.
Menurutnya, kerja sama ini dapat mendorong industri pertahanan nasional sebagai bagian dari global production chain. Arrmanatha memaparkan, kerja sama RI-Prancis dalam bidang pertahanan ini bukanlah hal baru. Pada tahun 2017, kedua negara menyepakati Letter of Intent (LoI) atau Pernyataan Kehendak untuk peningkatan kerja sama pertahanan termasuk kerja sama kelautan dan keamanan maritim.