Said Didu: Skandal Jiwasraya sudah ada Sejak 2006, Bongkar!

2
205
Jakarta, NAWACITA - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyoroti kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ia mengomentari keterangan dari Kementerian BUMN mengenai skandal perusahaan pelat merah tersebut yang dianggap sudah terjadi sejak tahun 2006.
Said Didu: Skandal Jiwasraya sudah ada Sejak 2006, Bongkar!

Jakarta, NAWACITA – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyoroti kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ia mengomentari keterangan dari Kementerian BUMN mengenai skandal perusahaan pelat merah tersebut yang dianggap sudah terjadi sejak tahun 2006.

Komentar tersebut Said tulis dalam cuitannya di akun twitter @msaid_didu. Menurutnya, kronologis yang diceritakan hanyalah menutupi persoalan sebenarnya.

“Saran saya @KemenBUMN fokus memperbaiki BUMN dan mencari perampoknya. Jangan buat narasi pengalih perhatian. Penjelasan anda terkesan ada yang ditutupi. Buka dong saat terjadi perampokan di 2016 – 2018,” cuit Said Jumat, 27/12/2019 pada pukul 8:05 WIB.

Baca Juga: Aroma Jiwasraya yang Semakin Menyengat

Ia pun menepis pernyataan Kementerian BUMN yang mengatakan bahwa kasus Jiwasraya merupakan ‘bawaan masa lalu’.

Said menuturkan, krisis moneter tahun 1998 memang juga memberi andil pada keterpurukan kinerja keuangan Jiwasraya. Namun, memasuki tahun 2009, hingga tahun 2014 kinerja keuangan berangsur membaik.

Akan tetapi, di tahun 2016 hingga 2018, kinerja perusahaan kembali memburuk. Bahkan, ia menyinggung ada perusak di masa itu.

“Betul jeblok karena dampak krisis 1998 – karena itulah diperbaiki dan bagus mulai 2009. Tahun 2014 sangat baik tapi dirusak 2016-2018. Hal yang sama juga terjadi pada Garuda, Mandiri, PTPN, Semen, dan BUMN lain. Apa perlu saya buka semua?” cuit Said, Sabtu (29/12/2019) pukul 10:03 WIB.

Baca Juga: Disinggung Masalah Jiwasraya, SBY: Silahkan Salahkan Masa Lalu

Said juga menduga ada pengalihan isu yang dilakukan oleh perampok Jiwasraya untuk menutupi jejak.”Sepertinya para perampok Jiwasraya 2016-2018 turunkan pembuat meme, buzzer, dan ‘jubir’ pengalihan isu. Ini wajar karena terkait dengan perampokan puluhan triliun dan dampak lainnya. Mari kita lawan perampok-perampok negara,” lanjut dia di Twitternya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, jika ada pihak yang menyatakan masalah baru muncul sejak 2017 maka ada dugaan usaha menutupi kerusakan Jiwasraya sejak lama.

“Jadi ya saya katakan lagi justru kalau ada yang mengatakan Jiwasraya kasusnya hanya 2017 ini justru ada usaha-usaha untuk menutupi kerusakan Jiwasraya sejak 2006,” kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).
“Malah bisa membuat yang harusnya, saya belum tahu ya, ada pelanggaran malah jadi nggak ada pelanggaran,” sambungnya.

Comments are closed.