Ketua KPK Firli Bahuri dituding Rangkap Jabatan

Jakarta, NAWACITA- Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri tengah jadi perbincangan. Pria asal Sumatera Selatan itu dituding rangkap jabatan.

Dalam Undang-Undang disebutkan, jajaran pimpinan, termasuk Ketua KPK, dilarang untuk memiliki jabatan di institusi lain. Ini untuk menghindarkan konflik kepentingan.

Sebelumnya, Firli menegaskan dirinya sudah tak punya lagi kedudukan di tubuh Polri. Posisi sebagai Analis Kebijakan Utama Badan Pemelihara Keamanan Polri disebut bukan sebagai jabatan struktural.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD angkat bicara. Dia menyebut Firli tak menyalahi aturan meski berstatus anggota Polri.

Baca Juga : Kementerian BUMN beri Respons Soal keterlibatan Erick Thohir

Mahfud mengatakan, Ketua KPK saat ini berstatus anggota Polri nonaktif. Menurutnya, Firli memiliki hak untuk tetap jadi anggota Polri hingga masa pensiun.

“Namun kalau ditanyakan Pak Firli pejabat di Polri? Tidak menjabat apapun. Hanya anggota Polri yang nonaktif,” kata Mahfud MD di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (27/12).

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono memperingatkan Pimpinan KPK untuk tidak rangkat jabatan. Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 pasal 29.

Dalam pasal tersebut disebutkan, Pimpinan KPK harus melepaskan semua jabatan di luar lembaga antirasuah itu.

 

 

Baca juga :  Jika Formula E Menggunakan Dana APBD, Anies Telah ‘Merampok’ Uang Rakyat?

Comments are closed.