Peringati Hari Ibu, Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati, Puji Sri Mulyani

3
298
akarta, NAWACITA - Megawati secara khusus memuji Sri Mulyani di Hari Ibu 22 Desember 2019. Menurut Megawati, ia mengetahui rekam jejak Sri Mulyani sebagai sosok profesional dalam melaksanakan tugas sebagai Menteri Keuangan di Indonesia.
Peringati Hari Ibu, Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati, Puji Sri Mulyani

Jakarta, NAWACITA – Megawati secara khusus memuji Sri Mulyani di Hari Ibu 22 Desember 2019. Menurut Megawati, ia mengetahui rekam jejak Sri Mulyani sebagai sosok profesional dalam melaksanakan tugas sebagai Menteri Keuangan di Indonesia.

“Bukan karena dia teman, karena saudara. Tidak. Karena saya tahu. Bukan namanya nepotisme, tidak. Saya mengatakan dengan benar, ‘Itu (Sri Mulyani) sebaiknya dipilih,” ungkap Megawati dikutip dari KompasTV Live.

Pernyataan tersebut diungkapkan Megawati saat mengisi sambutan di acara Peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan oleh BPIP.

Sebelum memberikan sambutannya, sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati membuka acara Peringatan Hari Ibu yang ditayangkan live di Kompas TV pukul 13.00 WIB.
Peringatan Hari Ibu 22 Desember tersebut mengambil tema ‘Perempuan Hebat Untuk Indonesia Maju’ yang diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Awalnya Megawati membahas kesetaraan gender yang telah diatur dalam konstitusi negara atau Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga: Yenny Wahid: Natal Bersama Dijamin oleh UU

Megawati menginginkan perempuan di Indonesia agar aktif untuk berkemauan menjadi pemimpin di negeri ini.

Ia ingin para perempuan terjun dalam dunia politik seperti dirinya.

Tampak sesekali ia menyenggol menceritakan putrinya Puan Maharani yang berhasil menduduki Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dengan ajakan tersebut, Megawati tegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang provokator dalam menyuarakan hak perempuan.

“Sekali lagi saya bukan seorang provokator. Saya ingin hak-hak perempuan sama seperti negara memberikan kepada perempuan Indonesia,” tegasnya.

Megawati sempat menyinggung sosok Sri Mulyani yang sudah menjabat sebagai Menteri Keungan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan demikian, berarti Sri Mulyani sudah tiga kali menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Yakni pada periode jabatan mulai 7 Desember 2005 – 20 Mei 2010.

Kemudian dipilih Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2016.

Sri Mulyani kembali menjabat pada periode kedua Presiden Jokowi pada Kabinet Indonesia Maju.

“Boleh tanya sama Mbak Yani, susah nggak jadi menteri?” tanya Megawati.

“Banyak lho laki yang kepingin jadi menteri keuangan,” ujarnya.

Selanjutnya Megawati menceritakan saat ditanya presiden siapa menteri keuangan pilihannya.

“Saya ditanya presiden, ‘Kalau menurut ibu, siapakah gerangan yang harus jadi menteri keuangan?’ ” kata dia menceritakan.

Lalu dengan yakin Megawati menjawab, “Ibu Yani.”

Sementara itu, Megawati juga tampak mengungkit dirinya yang pernah menjabat sebagai Presiden ke-5 RI.

“Saya pernah presiden lho! Jangan lupa lho,” ungkapnya.

“Oh banyak yang lupa,” sambungnya.

Diketahui acara Peringatan Hari Ibu itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh negara.

Di antaranya hadir Jendral Tri Sutrisno, anggota Dewan Pengarah BPIP, Kemudian Menteri Keuangan Sri Mulyani. Tampak pula Menteri Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Lalu, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup yakni Siti Nurbaya Bakar, Ketua Dharma Pertiwi Nani Hadicahyanto, dan Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.

Baca Juga: Komitmen China sebagai Keniscayaan

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembinaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai penting untuk menyelenggarakan Hari Ibu yang mendorong kaum wanita untuk terlibat di dalam proses pembangunan (tribuns)

Dukungan kepada kaum wanita ini selaras dengan Sila Kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sila ini mengakui persamaan derajat, kesetaraan hak dan kwajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin, suku, keturunan, agama, kepercayaan, warna kulit, dan status sosial.

Oleh karena itu, penyelengaraan Hari Ibu oleh BPIP ini sangat penting untuk dilaksanakan agar menjadi momentum bagi para pembuat kebijakan untuk memperhatikan peranan wanita dalam proses pembangunan di negeri ini.

Indonesia pernah memiliki Presiden ke-5 yaitu seorang perempuan.
Selain itu juga pernah memiliki wakil presiden dan kini mempunyai ketua DPR yang juga seorang perempuan.

Peran perempuan sangatlah penting dan berarti di dalam kehidupan kita.

Fakta sejarah ini merupakan satu prestasi membanggakan yang menjadi pemantik semakin mantapnya langkah para wanita berprestasi untuk ikut berperan dalam proses pembangunan di negeri ini.

Comments are closed.