UEA Minta Menag Jaga Antarumat Beragama di Indonesia

2
57
UEA Minta Menag Jaga Antarumat Beragama di Indonesia

Jakarta, NAWACITA- Menag Fachrul Razi mengaku sempat disentil pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) soal toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Fachrul secara tidak langsung disarankan untuk menjaga situasi tetap damai agar turis tidak sungkan datang ke Indonesia.

Fachrul menyampaikan itu usai melawat ke Abu Dhabi, UEA, pada 14-17 Desember 2019 untuk bertukar pikiran soal moderasi beragama. Ia bertemu dengan Menteri Pendidikan UEA Hussain Ibrahim Al Hammadi dan beberapa pejabat lainnya.

“Saya baru pulang dari sebuah negara Arab yang sangat maju pimpinannya. Ia mengatakan gini ke saya dan beberapa teman, ‘Anda bangun hotel mewah banyak. Siapa yang mau tinggal di situ? Kan harus ada orang datang (untuk) tinggal,” kata Fachrul saat menemui pemuka agama Buddha di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/12).

Baca Juga : Kemendag dan Kemenkeu Musnahkan Barang Impor 

“Orang enggak akan datang kalau kehidupan di tempat Anda tidak damai, tidak tenteram, mustahil,” tambahnya.

Fachrul setuju dengan pernyataan pemerintah UEA tersebut. Menurutnya, perdamaian umat beragama jadi syarat mutlak menjaga kestabilan dan kesuksesan pembangunan suatu negara.

Fachrul mengatakan pemerintah UEA percaya perdamaian antarumat beragama sangat penting bagi kemajuan suatu negara. Dia mendapat banyak pelajaran dari pemerintah UEA.

Mantan Wakil Panglima TNI itu juga memanfaatkan forum tersebut untuk mengajak tokoh agama Buddha menjaga perdamaian di Indonesia. Ia bahkan mengutip ajaran Kitab Suci Buddha soal menghindari pertengkaran.

“Jadi mereka membaca kitab sucinya, diartikan bahwa pertengkaran itu menimbulkan petaka. Jadi hindari pertengkaran, saya bilang itu bagus. Saya kira semua agama pasti semua agama mengimbau hal yang sama,” ujar Fachrul.

Kementerian Agama belum lama merilis skor Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) 2019. Indeks tersebut diluncurkan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama.

Kemenag mencatat Indeks KUB Indonesia tahun ini berada di angka 73,83 dalam rentang skor 0-100. Skor naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 70,90.

Angka itu terdiri dari tiga indikator, yaitu indikator toleransi dengan skor 72,37, kesetaraan 73,72, dan kerja sama 75,40.

Ada sejumlah daerah dengan skor di bawah rata-rata skala nasional. Di antaranya, DKI Jakarta dengan skor 71,3, Jawa Timur 73,7, Kalimantan Timur 73,6, Gorontalo 73,2, Kepulauan Bangka Belitung 73,1, dan Lampung 73,1.

Kemudian ada Kepulauan Riau 72,8, Maluku Utara 72,7, Kalimantan Selatan 72,5, Sumatera Selatan dengan 72,4, Bengkulu 71,8, Jambi 70,7, NTB 70,4, Riau 69,3, Banten 68,9, Jawa Barat 68,5, Sumatera Barat 64,4, dan Aceh 60,2.