Terkait Pendirian Rumah Ibadah, Menag : Beri Ruang Dialog Bagi Para Pemeluk Agama

Jakarta, NAWACITA- Menag Fachrul Razi membicarakan soal proses pendirian rumah ibadah di daerah. Menurutnya, peran pemerintah daerah perlu diperhatikan.

“Kemudian perlu juga dipersoalkan masalah pembangunan rumah ibadah juga ya. Kalau kita menilai kepala daerah mungkin perlu kita cantumkan ini salah satu poinnya,”

kata Menag Fachrul Razi di kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga : AS Larang 300 Siswa Militer Arab Saudi Untuk Terbang 

Dia mengatakan hal ini bukan mengenai sebebas apa para pemeluk agama membangun rumah ibadah. Menurut Fachrul, hal ini lebih mengarah pada seberapa jauh pemerintah daerah memberi ruang dialog bagi para pemeluk agama terkait pendirian rumah ibadah.

“Bukan berarti yang di daerah dia rumah ibadah bebas dibangun itu berarti baik, bukan itu. Tapi upaya dia untuk menjembatani itu yang paling utama untuk membuka dialog. Itu yang paling utama kita nilai,” sambungnya.

Fachrul menyayangkan bila ada pemerintah daerah yang acuh terhadap penyediaan ruang dialog pendirian rumah ibadah ini. Menurutnya, hal tersebut tidaklah baik.

“Mungkin kalau ada kepala daerah yang nggak peduli mau dilarang, ‘dibiarkan sajalah, bukan urusan aku’, nah itu yang kita nilai kurang baik. Kita ingin dia turun tangan menjembatani,” ucap Fachrul.

Dia mengatakan, meski ruang dialog tersebut tidak selalu berujung pada pendirian rumah ibadah, hal itu tetap perlu diapresiasi. Paling tidak, menurut Fachrul, hal itu menunjukkan usaha pemerintah daerah di wilayah tersebut menjembatani pendirian rumah ibadah bagi masyarakatnya.

Baca juga :  Jika Dicalonkan Dan Terpilih, Tri Rismaharini Adalah Gubernur Perempuan Pertama Jakarta

Comments are closed.