Presiden Ganti diksi Radikalisme dengan Manipulator Agama

4
109
Presiden Ganti diksi Radikalisme dengan Manipulator Agama

Jakarta, NAWACITA- Presiden Jokowi telah berwacana mengganti diksi ‘radikalisme’ dengan ‘manipulator agama’. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md diperintahkannya untuk mengkoordinasikan masalah ini. Kini Mahfud bicara soal kelanjutan wacana penggantian diksi radikalisme itu.

Radikalisme memang kerap digunakan untuk menyebut ideologi teror di Indonesia. Namun belakangan, wacana penggantian diksi itu menuai pro-kontra.

“Tapi sikap pemerintah jelas bahwa radikalisme itu bukan dilakukan oleh umat Islam. Usul Presiden Jokowi hanya untuk menegaskan bahwa yang radikal itu bukan umat Islam tetapi orang yang memanipulasi ajaran agama,” tutur Mahfud.

Baca Juga : Waketum PKB: Semua Parpol Dukung Gibran di Pilwakot Solo

Dia menjelaskan, umat Islam di Indonesia bukan radikal, melainkan moderat (ada di tengah). Ormas-ormas Islam besar di Indonesia juga merupakan pendukung sikap moderat ini.

“Karena ummat Islam tidak radikal maka Indonesia dengan ideologi dan konstitusinya tetap kokoh sampai sekarang. Wasathiyyah Islam (moderasi Islam) adalah arus utama kaum muslimin di Indonesia yang ditulangpunggungi oleh NU dan Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam yang lainnya,” tutur Mahfud.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan soal pentingnya upaya serius untuk menangkal radikalisme. Kemudian, Jokowi mewacanakan penggantian diksi radikalisme.

Comments are closed.