Posisi yang Pas Buat Ahok Jadi Bos BUMN

Jakarta, NAWACITA- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kemarin pagi mendatangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara , Jakarta Pusat. Ahok bertemu langsung dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Ahok mengatakan bahwa ia diminta untuk memimpin salah satu Badan Usaha Milik Negara. Namun, ia belum mengetahui pasti jabatan apa yang ditawarkan

“Saya nggak tahu, mungkin Desember atau November saya nggak tahu. Tanya ke pak menteri. Saya cuma diajak untuk masuk ke dalam salah satu BUMN,” tuturnya.

 Posisi yang Pas Buat Ahok

Ada sejumlah saran untuk Erick Thohir yang mau memasukkan Ahok ke perusahaan pelat merah. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menilai ada perseroan yang tidak cocok dengan gaya kepemimpinan Ahok.

Baca Juga : Seorang Warga di Sukabumi Ciptakan Helikopter

Menurutnya dengan gaya kepemimpinannya, Ahok tidak cocok dengan BUMN yang karakteristiknya seperti itu, misalnya adalah PT Angkasa Pura I dan II, di mana pengelolaan bandara harus tunduk dengan aturan internasional. Begitu pula PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang harus tunduk dengan aturan penerbangan internasional.

Hal itu, lanjut dia karena Ahok dalam tanda kutip kerap menerobos aturan, misalnya saja saat menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun ibu kota namun off budget, alias tidak masuk dalam APBD. Menurut dia BUMN tidak bisa dikelola seperti itu.

Nah dengan gayanya yang kerap menerobos aturan itu, dia menyarankan agar Ahok ditempatkan di Badan Usaha Milik Negara yang mendapatkan banyak penugasan dari pemerintah.

 

Baca juga :  Fabio Quartararo merasa Masih belum Jadi Bintang MotoGP

Comments are closed.