Menkumham RI, Prof. Yasonna Laoly, Buka Sidang Raya XVII PGI

1
645
Ribuan warga Sumba Tengah siang tadi, tumpah ruah menikmati pesta iman dan juga pesta rakyat. Ibadah pembukaan yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Pdt. Hapu Bhay
Menkumham RI, Prof. Yasonna Laoly, Buka Sidang Raya XVII PGI

Sumba, NAWACITA – Ribuan warga Sumba Tengah siang tadi, tumpah ruah menikmati pesta iman dan juga pesta rakyat. Ibadah pembukaan yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Pdt. Hapu Bhay, mengawali rangkaian kegiataan Sidang Raya XVII PGI di Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga: William Aditya, Politisi Milenial yang Tidak Kenal Takut

Sidang raya yang dibuka Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yassona H. Laoly juga dihadiri Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Anggota Komisi III DPR RI Marinus Gea, Bupati se-Sumba dan sejumlah pejabat.

Pembukaan yang dilangsungkan di pantai Puru Kambera ini, dimeriahkan dengan berbagai atraksi. Tarian adat hingga atraksi berkuda Pasola serta refleksi kehidupan keluarga untuk menjauhkan diri dari korupsi ditampilkan dalam ibadah pembukaan.

Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Hentrette Hutabarat-Lebang menyapa semua peserta dan menyampaikan bahwa pembukaan Sidang Raya XVII PGI dibuka dengan sukacita atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.

“Dari rangkaian puji-pujian yang disampaikan adalah rangkaian lagu-lagu pujian kesederhanan dan kepedulian untuk merawat lingkungan. Dan sidang raya resmi dibuka,” kata Ketum.

Menurut Pdt. Hariman A. Pattianakotta, sebagai langkah praktis membangun gerakan oikumene-kebangsaan, gereja-gereja dan PGI perlu mempersiapkan warga gereja yang hidup dengan kesadaran ganda (warga kerajaan Allah dan warga negara) dan cakap mengaplikasikan panggilannya secara etis dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Jihad Prof. Yasonna Laoly dalam RUU KUHP

Sudah saatnya bagi gereja-gereja mempersiapkan warganya untuk berkarya dalam segala bidang dengan spirit membagi kasih Tuhan dengan jalan membangun kehidupan publik yang lebih baik.

Gereja tidak boleh alergi, takut, atau pun ragu-ragu untuk berbicara mengenai isu-isu sosial-politik. Gereja bertanggung-jawab untuk mempersiapkan warganya agar mampu berkiprah signifikan untuk kemajuan bangsa.

Seperti direncanakan sebelumnya, SR XVII PGI berlangsung mulai 8-13 November 2019 di Waingapu, Sumba Tengah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here