Wapres Ma’ruf Tinjau Markas Komando Paspampres

3
187
Wapres Ma'ruf Tinjau Markas Komando Paspampres

Jakarta, NAWACITA- Wakil Presiden (Wapres)  Ma’ruf Amin meninjau Markas Komando (Mako) Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Jakarta Pusat, Jumat (1/11). Peninjauan kali ini adalah pertama kalinya usai dilantik jadi Wapres pada 20 Oktober 2019.

Ma’ruf hadir bersama Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin tiba disambut Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kemudian Ma’ruf Amin disuguhkan atraksi Paspampres dalam melakukan pengamanan Kepresidenan.

Menurut Maruli, atraksi tersebut memberikan pesan jangan pernah meragukan Paspampres sebagai pasukan yang solid, profesional, dan siap menjadi perisai hidup Presiden dan Wakil Presiden. Kemudian, Ma’ruf Amin pun sempat memberikan pesan di atas kanvas untuk paspampres.

Baca Juga : Jenderal Idham Azis Resmi menjabat Kapolri

“NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah warisan dan amanat para pendiri bangsa dan Paspampres sesuai dengan mottonya setia dan waspada harus mengawal dan menjaga NKRI dan para pemimpinnya,” tulis Wapres dalam kanvas.

Pesan Paspampres Untuk Ma’ruf

Dalam tinjauannya ke markas Paspampres, Ma’ruf juga dikenalkan tentang kesiapsiagaan Paspampres oleh Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

“Kesetiaan dan kewaspadaan Paspampres ini sangat dijunjung tinggi, sebagaimana motto Paspampres “Setia Waspada” yang tercantum dalam pita warna kuning emas dalam logo Paspampres,” kata Maruli.

Setia Waspada kata Maruli memiliki makna bahwa prajurit Paspampres adalah prajurit yang senantiasa setia kepada tugasnya, setia pada Pancasila dan Sapta Marga.

“Serta setia kepada bangsa dan negara RI dengan memelihara tingkat kewaspadaan yang tinggi,” lanjut Maruli.

Diketahui dalam tinjauan tersebut terlihat Kepala Staf Umum TNI -Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto, Inspektorat Jenderal TNI -Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra, Komandan Paspampres -Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Wakil Komandan Paspampres Marsekal Pertama TNI Deny Muis.

Comments are closed.