Pelajar di Jambi Gunakan Pakaian Adak Pada Upacara Hari Sumpah Pemuda

1
160
Pelajar di Jambi Gunakan Pakaian Adak Pada Upacara Hari Sumpah Pemuda
Pelajar di Jambi Gunakan Pakaian Adak Pada Upacara Hari Sumpah Pemuda
Jambi, NAWACITA – Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jambi memakai pakaian adat saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman kantor Wali Kota Jambi, Senin.

Pelajar di kota itu mengenakan pakaian adat dari seluruh provinsi di Indonesia saat menjadi peserta upacara peringatan ke-91 Hari Sumpah Pemuda tersebut, antara lain pakaian adat Jambi,  Aceh, Sulawesi, dan Papua.

Menurut salah seorang pelajar, Ridho, dengan mengenakan pakaian adat mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki beragam budaya, namun tetap bersatu sebagai  bangsa Indonesia. Memang khusus memakai pakaian adat, untuk mengingatkan kembali bahwa deklarasi Sumpah Pemuda tersebut merupakan perwakilan dari setiap pemuda yang ada di Nusantara,” kata dia.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengapresiasi pelajar di kota itu yang mengenakan pakaian adat saat menjadi peserta upacara. Dalam amanat yang disampaikan saat menjadi inspektur upacara, Syarif Fasha memotivasi pemuda di Indonesia, khususnya di Kota Jambi, agar mampu membaca peluang di era digitalisasi saat ini.

Selain itu, kata dia, para pemuda harus mampu berpikir jernih, membuka mata dan hati terhadap berbagai persoalan yang muncul demi menjaga keutuhan Indonesia, serta dalam menghadapi persaingan global.

Baca juga: Jokowi : Proyek Jembatan Wamena ke Jayapura Kelar 2020

Jangan sampai pemuda diadu domba dengan informasi-informasi hoaks yang menyebar di dunia maya. Persaingan ke depan adalah persaingan melawan teknologi dan melawan bangsa atau negara lain, pemuda harus mampu membaca peluang,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Syarif Fasha membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, di mana dalamnya disampaikan tentang tema peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, “Bersatu Kita Maju”. Melalui tema tersebut, pemerintah menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun para pemuda yang diikrarkan pada 1928 dalam Sumpah Pemuda.

Tema tersebut untuk seluruh elemen bangsa, kepada pemuda menjadi keharusan, karena di tangan pemudalah bangsa akan maju,” kata Syarif Fasha.

Comments are closed.