Sudin Perhubungan Jaksel Berlakukan Tilang Penerobos Jalur Sepeda

1
169
Sudin Perhubungan Jaksel Berlakukan Penerobos Jalur Sepeda
Sudin Perhubungan Jaksel Berlakukan Penerobos Jalur Sepeda

Jakarta, NAWACITA – Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan akan memberlakukan tindakan langsung dengan bukti pelanggaran (tilang) bagi pengendara kendaraan bermotor penerobos jalur sepeda.

Pengendara kendaraan bermotor akan dikenai sanksi tilang jika melanggar marka dan rambu yang ada di jalur sepeda,” kata Kepala Sudin Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Christianto, di Jakarta, Kamis.

Christianto mengatakan Sebelum diberlakukan tilang, Terlebih dahulu melakukan sosialisasi mengenai peraturan jalur sepeda.

Di jalan ada rambu yang dipasang menggunakan tiang. Misalnya khusus jalur sepeda, di luar sepeda dilarang masuk, marka itu berada di atas jalan di aspal. Kalo melanggar garis tidak terputus, atau lajur khusus yang ditulis di aspal dapat ditilang,” kata Christian.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo mengatakan akan ada penindakan bagi penyerobot jalur sepeda yakni denda sebesar Rp500 ribu per kendaraan pelanggar.
Untuk penindakan tersebut Dishub Provinsi DKI Jakarta telah bekerja sama dengan aparat kepolisian terkait.

Dasar hukum itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturan itu mulai berlaku pada 20 November 2019,” kata Syafrin.

Hal tersebut terdapat dalam Pasal 25 huruf g yang menyebutkan setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan berupa fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki dan penyandang cacat.

Baca juga: Beredar di Medsos Detik-detik Wiranto Ditusuk di Pandeglang

Lalu dalam Pasal 45 huruf b juga menyebutkan fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan mencakup lajur sepeda.

Selanjutnya Pasal 62 yang menyebutkan, pemerintah diminta memberi kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda. Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas. Jadi, lanjut Nasir, bagi kendaraan bermotor yang menerobos jalur sepeda akan dikenakan sanksi.

“(Undang-Undang tentang Lalu Lintas) pelanggaran rambu Pasal 287 ayat 1 dengan denda Rp500 atau kurungan dua bulan,” kata Nasir

Comments are closed.