Sisa gas Air mata Dekat Stasiun Palmerah Jakarta Bikin Perih Mata
Sisa gas Air mata Dekat Stasiun Palmerah Jakarta Bikin Perih Mata

Jakarta, NAWACITA – Sisa kerusuhan demonstrasi mahasiswa dan aktivis di Gedung DPR RI/MPR RI, Selasa (24/9) Sisa Gas Air mata masih terasa pada Rabu ini, dekat Stasiun Palmerah, Jakarta.

Yanto (58), pengendara ojek online yang sedang mangkal di belakang Gedung DPR RI ini mengatakan dari pukul 06.00 WIB sudah terasa perihnya mata saat melintas di jalan tersebut.

“Saya dari jam enam narik penumpang udah perih begini mata saya, mana saya enggak pakai kaca mata,” kata Yanto. Selain menyisakan udara yang membuat perih mata dan kerongkongan, situasi di jalan belakang Gedung DPR RI menuju arah TVRI tersebut juga terlihat sisa-sisa pembakaran.

Sebuah rambu lalu lintas tanda dilarang masuk masih dibiarkan tumbang di tepi jalan, selain terdapat sisa pembakaran.
Meski masih menyisakan aroma kerusuhan, namun aktivitas warga sudah kembali normal seperti semula.

Sejumlah pedagang kaki lima tampak berjualan di sepanjang trotoar mulai dari tangga masuk Stasiun Palmerah menuju gerbang masuk kantor DPR RI bagian belakang.

Baca juga: Pemkot Gusit Lantik 10 ASN Eselon III dan IV untuk Jabatan Baru

Sementara itu masyarakat terlihat santai berlalu-lalang mulai dari pelajar, pekerja kantoran hingga masyarakat umum.

Petugas juga memblokade jalan menuju Gedung TVRI menggunakan beton yang disusun, sehingga pengendara kendaraan tidak bisa melintas.

Menurut seorang pengojek online, penutupan baru dilakukan hari ini, karena sekitar pukul 06.00 WIB mereka masih bisa melintasi jalan tersebut.

“Baru pagi ini ditutupnya, tadi jam enam saya bisa melintas kok,” kata pengojek tersebut.
Vandalisme juga tampak menghiasi sejumlah duduk dan tembok beton yang berdiri di sepanjang jalan dengan beragam tulisan seperti “DPR gagal”, “Jakarta kikuk” dan “dewan perekonomian rakyat”.

Baca juga :  Lebih Seribu Kendaraan ditilang di Pagi hari Kedua Perluasan ganjil-genap

Sejumlah anggota Brimob juga tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi dan dalam pagar gedung belakang DPR RI.

Gabungan mahasiswa menggelar demonstrasi sejak Selasa (24/9). Mereka menyampaikan tuntutan soal penolakan RUU KUHP dan UU KPK maupun RUU menyangkut agraria.

Comments are closed.